Kesehatan

Catatan Wisata Sehat ke Taiwan (3): Pesona Taroko National Park, Destinasi Wisata Terindah di Taiwan

JENDERAĹ Purnawirawan AM Hendropriyono lega. Kawan-kawan dan kerabatnya sukses berobat di Taipei. Terbukti semua yang mendapatkan pengobatan dan perawatan selama dua hari usai menjalani di Tzu Chi Hospital Taipei tampak semakin sehat. Semuanya mampu beraktivitas dengan baik dan penuh semangat.

Salah satu anggota rombongan Aryono Setyoprabowo tak henti-hentinya bersyukur. Gangguan kesehatannya matanya teratasi selesai ditangani dokter di TCH Taipei itu.

“Alhamdulillah penglihatan saya sekarang bisa lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya kepada Senayanpost.com dengan wajah berseri..

Demikian juga dengan anggota rombongan lainnya. Umumnya mendapat manfaat besar berobat di TCH. Sejumlah kursi roda yang biasa dipakai diistiratkan. Mereka siap menjaga keaehatannya dengan pola hidup sehat ala Tsu Chi.

Mensyukuri semua itu, Pak Hendro pun mengajak rombongannya mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan tempat bersejarah di Taiwan. Salah satunya mengunjungi Taroko National Park (TNP). Dengan dua gerbong kereta rombongan diboyong dari Taipei ke Hualain lalu menggunakan dua bus mereka memasuki kawasan Taman Nasional Taroko.

Mengapa dipilihnya TNP? Taman Nasional Taroko dikenal salah satu pemandangan paling indah di Taiwan. Nama Taroko diambil dari Taruku, suku asli di Taiwan.

Bermula dari naiknya gunung secara terus-menerus yang dikombinasikan dengan kekuatan erosif dari Sungai Liwu, Taroko Gorge dengan dindingnya yang tinggi dan hampir rata adalah keajaiban yang menakjubkan untuk dilihat.

Selain ngarai, tempat-tempat wisata lainnya termasuk pemukiman penduduk asli, kuil, museum, dan banyak jalur hiking bagi pengunjung untuk menikmati keindahan sejati dari Kabupaten Hualien yang bergunung-gunung di Taiwan bagian timur.

Kawasan seluas 920 kilo meter persegi, Taman Nasional Taroko mencakup area yang sekarang menjadi bagian dari Kabupaten Hualien, Kabupaten Nantou, dan Kota Taichung. Dibuka secara resmi pada 28 November 1986, taman ini menjadi tonggak sejarah bagi gerakan perlindungan lingkungan di Taiwan.

Sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi Taiwan yang ajaib sebagai salah satu dari 4 Macan Asia selama dekade sebelumnya, kerusakan serius telah terjadi pada sumber daya alam pulau itu. Inisiatif pemerintah dimulai pada tahun 1972 untuk memilih beberapa kawasan indah di Taiwan ke dalam sembilan taman nasional saat ini telah membantu melestarikan keutuhan kawasan ini serta memfasilitasi penelitian ilmiah, melestarikan sumber daya alam, melindungi satwa liar, dan mempromosikan pendidikan lingkungan.

Masuk ke taman gratis

Tak perlu khawatir dengan akomodasi. Di Taman Nasional Taroko, ada total 3 hotel: Hotel Silks Place Taroko yang ikonik di Tianxiang, Hotel Taroko Village yang bertema dan bertema aborigin di puncak gunung di Buluowan , dan Pusat Kegiatan Pemuda Tianxiang (Hostel) .

Indah rasanya menyusuri TNP. Memandang ke atas hijauan pepohonan yang rindang menyelimuti gunung, di bawah lembah berdinding bebatuan marmer , dan jalan-jalan yang meliuk menerobos terowongan menusuk perbukitan. Angin dingin berembus semilir menyergap tubuh para pengunjung yang berjejal berswafoto atau rame-rame menyusuri jalan di kaki bukit. Perpaduan antara hijau pepohonan yang lunak menyelimuti perbukitan dan kerasnya batu marmer di bagian bawah ngarai.

Bagaimana Ngarai Taroko terbentuk secara geologis? Sekitar 4 juta tahun yang lalu, Lempeng Samudra Filipina dan Lempeng Benua Eurasia bertabrakan, naik lapisan tebal batu kapur dari laut tinggi ke langit hingga ketinggian lebih dari 3.000 meter. Fenomena ini, dikombinasikan dengan tekanan tinggi dari reaksi, menyebabkan batu kapur asli berubah menjadi marmer melalui proses metamorfisme, dengan kekuatan erosif Sungai Liwu yang membentuk lembah ngarai. Sampai hari ini, dinding ngarai masih naik pada laju sekitar 0,5 CM per tahun, sementara lembah sungai telah menjadi lebih dalam dan lebih dalam.

Ada berbagai macam satwa liar di taman, termasuk 34 spesies mamalia yang unik di Taiwan seperti beruang hitam Taiwan, Formosa Macaque (sejenis monyet), serow (binatang yang mirip dengan kambing dan kijang), babi hutan, dan rusa, serta 144 spesies burung termasuk magpie biru Formosa, finch, burung pegar Swinhoe, dan Formosan Laughingthrush (burung darat ukuran sedang). Sekitar setengah dari spesies mamalia dan kupu-kupu dan sekitar 90% spesies burung di Taiwan dapat ditemukan di Taroko.

Karena ketinggian taman dari permukaan laut hingga 3.700 meter, taman ini mencakup beberapa zona iklim berbeda yang menyediakan berbagai habitat untuk berbagai jenis flora dan kehidupan tanaman, termasuk Taroko oak, foton Cina, bambu kerdil, cemara, hemlock, alpine juniper, pine, dan spruce. Sekitar sepertiga dari spesies tanaman batang-endemik di Taiwan dapat ditemukan di dalam taman.

Taroko penuh dengan satwa liar.  Saat menjelajahi jalur taman, waspadai monyet, ular, dan lebah. Konon di dalam taman itu masih banyak berkeliaran.

Akses ke jalur tertentu memerlukan izin dari otoritas taman nasional. Aplikasi ini dapat dilakukan secara online, namun, sebagian besar jalur yang menarik bagi pengunjung biasa di sepanjang jalan PH 8 tidak memerlukan izin, termasuk Jalur Shakadang, Jalur Kuil Musim Semi Abadi, Jalur dan Area Rekreasi Buluowan, Jalur Paviliun Huoran, Jalur Baiyang (Air Terjun) , Jejak Kolam Lianhua, Hehuan East Peak, Hehuan Main Peak dan Mt. Jalur Shimen. Mt. Zhuilu Old Road Trail (keluar dari jembatan di Swallow Grotto Yanzikou ) memang membutuhkan izin.  Harap perhatikan bahwa menjelajah lebih dari 50 meter di luar jalur diposting membutuhkan izin.

“Indah mempesona memang,” komentar AM Hendropriyono yang mendampingi kawan-kawamnya di AMN Angkatan 1967 dan kerabat dekatnya. Tapi di Indonesia menurut Pak Hendro sebemarnya banyak lokasi seperti di TNP, sayangnya tidak tertata dan akses jalannya belum baik. “Kita perlu belajar banyak daro sini,” kata tokoh yang pernah memegang sejumlah jabatan penting itu. (Bersambung)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close