Cari Peradaban Alien, Ilmuwan Pindai 60 Juta Bintang di Jagat Raya

Cari Peradaban Alien, Ilmuwan Pindai 60 Juta Bintang di Jagat Raya
Alien

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Tim ilmuwan yang tergabung dalam proyek Breakthrough Listen, Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) telah melakukan pencarian peradaban alien selama beberapa dekade. Proyek ini baru saja merilis survei terbesarnya hingga saat ini, yakni hasil memindai 60 juta bintang.

Apakah mereka berhasil menemukan kehidupan cerdas di luar Bumi? Ternyata hasilnya, tidak ditemukan peradaban alien dari pemindaian 60 juta bintang tersebut.

Ada banyak cara untuk mendeteksi kehidupan alien, antara lain dari keberadaan megastruktur yang mengaburkan cahaya bintang, atau tanda-tanda biologis tertentu di atmosfer planet ekstrasurya. Namun sejauh ini, pemindaian sinyal radio adalah teknik paling efisien yang tersedia dengan tingkat teknologi di Bumi saat ini. 

Breakthrough Listen melakukan survei terbaru di sepanjang garis pandang menuju pusat galaksi, memanfaatkan kepadatan bintang yang meningkat untuk mencakup hipotetis alien sebanyak mungkin.

Dikutip dari Extreme Tech, Senin (10/5/2021) rilis hasil penelitian ini memang masih pendahuluan. Namun sepertinya tidak ada kejutan terkait peradaban alien yang bersembunyi di dalamnya.

Dalam penelitian ini, Breakthrough Listen yang didanai oleh miliarder Rusia-Israel Yuri Milner dan mendiang Stephen Hawking, menggunakan Teleskop Radio Green Bank di West Virginia dan Teleskop Radio Parkes di Australia untuk menyaring 600 jam gelombang radio dari bintang-bintang antara 0,7 dan 93 GHz.

Tim menemukan beberapa sinyal yang kemungkinan terkait dengan jenis bintang neutron yang sangat aktif yang dikenal sebagai magnetar. Bintang neutron ini akan menarik bagi para astronom yang mempelajari objek tersebut.

Para ilmuwan memberikan catatan bahwa hasil awal ini tidak menjamin tidak ada kehidupan cerdas di antara 60 juta bintang tersebut. Tim peneliti masih meyakini bahwa mungkin ada sesuatu yang hidup di luar sana, tapi mereka tidak berusaha berkomunikasi dengan cara yang bisa kita deteksi.

Secara khusus, tim tersebut mencari suar atau semburan sinyal radio berulang yang dirancang untuk menarik perhatian. Bisa juga terjadi kebocoran sinyal radio yang tidak disengaja seperti siaran TV dan radio di Bumi. Mereka berteori bahwa pusat galaksi adalah tempat yang ideal untuk menempatkan pemancar semacam itu.

"Mungkin saja ada (atau pernah ada) pemancar di luar sana, tetapi luasnya ruang dan waktu membuat misi Breakthrough Listen menjadi sangat sulit. Mungkin ada peradaban alien di antara 60 juta bintang ini yang sinyalnya belum mencapai Bumi, atau mungkin mereka telah menjadi sangat maju sehingga tidak lagi menggunakan gelombang radio, dan 'gelembung' radionya telah lama melewati kita," tulis tim peneliti.

Mereka menambahkan, pada skala galaksi, peradaban ini mungkin hanya dapat dideteksi dalam waktu singkat dan hanya jika kita tahu ke mana mencarinya. "Kami akan terus mencari karena dengan kita tahu bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini, dapat mengubah segalanya," tutup mereka.