Capai 73,5 Persen, Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Diklaim Meningkat

Capai 73,5 Persen, Tingkat Kesembuhan Pasien Corona Diklaim Meningkat
Presiden Joko Widodo (foto Kumparan.com)
JAKARTA, SENAYANPOST.com -  Rasio kesembuhan pasien corona Covid-19 diklaim  semakin meningkat. Presiden Jokowi menyebut tingkat kesembuhan pasien corona di Indonesia sudah mencapai 73,5 persen.
Tingkat kesembuhan tersebut meningkat 2,5 persen dari pertengahan September. Saat itu Menkes Terawan Agus Putranto menyatakan per 14 September tingkat kesembuhan mencapai 71 persen atau masih lebih rendah sedikit ketimbang rata-rata global di angka 72 persen.
"Alhamdulillah per 25 September angka kesembuhan kita mencapai 196 ribu orang dengan tingkat kesembuhan 73,5 persen, ini semakin meningkat. Alhammudliah semakin meningkat dan terus akan kita tingkatkan," kata Jokowi saat membuka Muktamatar PP Parmusi secara virtual, Sabtu (26/9).
Diketaui jumlah kasus di Indonesia per 25 September sebanyak 266.845 pasien. Dari jumlah itu, 196.196 orang di antaranya sembuh dan 10.218 orang meninggal dunia. Pasien sembuh pada 25 September pun menciptakan rekor yakni 4.343 orang dalam sehari.
Selain itu, Jokowi menuturkan pemerintah terus berupaya menekan penambahan kasus harian. Sehingga, diharapkan kurva penularan virus corona dapat segera melandai.
Sebab penambahan kasus corona masih melonjak, tercatat pada 25 September ada tambahan 4.823 kasus baru yang merupakan rekor sejauh ini.
"Angka kematian juga terus akan kita tekan, jumlah kasus harian kita turunkan dan terus akan kita tekan agar kurvanya bisa segera melandai," ucapnya
Untuk menangani virus corona, Jokowi meminta seluruh elemen masyarakat membantu pemerintah, khususnya dalam menerapkan protokol kesehatan. Dia mengatakan pemerintah tak akan mampu mengatasi pandemi corona tanpa bantuan masyarakat.
"Semuanya memerlukan kekompakan kita bersama. Persoalan ini terlalu besar diselesaikan sendirian oleh pemerintah. Kita harus bersatu, kita harus satu tekad, satu semangat, satu barisan dalam menghadapi situasi yang sulit ini," tuturnya