Calon Menlu AS Yakin Bisa Kalahkan China

Calon Menlu AS Yakin Bisa Kalahkan China
Antony Blinken

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Dalam testimoninya, calon menteri luar negeri Amerika Serikat (AS)  dalam kabinet presiden terpilih Joe Biden, Antony John Blinken, mengatakan, AS dapat mengalahkan China. 

"Kami dapat mengalahkan China," kata Antony John Blinken, dalam testimoninya yang dikutip dari ABC News pada Selasa (19/1/2021).

Ia menambahkan, dirinya mengingatkan dunia bahwa pemerintah rakyat, oleh rakyat, dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya.

Dalam kesaksian yang disiapkan Blinken, ia menyebut hubungan AS-China sebagai "persaingan yang berkembang".

Blinken juga mencoba menarik kontras dengan visi 'America First' milik Presiden Donald Trump dengan menekankan bagaimana mengandalkan aliansi AS dan lembaga internasional dapat membantu AS memimpin dunia keluar dari pandemi virus corona, melalui gelombang nasionalisme dan negara otoriter yang meningkat dan ancaman lain terhadap stabilitas global.

"Bekerja lintas pemerintahan dan dengan mitra di seluruh dunia, kami akan merevitalisasi diplomasi Amerika untuk menghadapi tantangan paling mendesak di zaman kita. Kami akan muncul lagi, hari demi hari, kapanpun dan dimanapun untuk keselamatan dan kesejahteraan orang Amerika dipertaruhkan," paparnya.

"Amerika, dalam kondisi terbaiknya, masih memiliki kemampuan yang lebih besar daripada negara manapun di dunia untuk memobilisasi orang lain demi kebaikan yang lebih besar."

Untuk itu, kesaksian yang disiapkan Blinken menekankan berinvestasi pada aset terbesar agensi, yakni petugas layanan luar negeri, pegawai negeri, dan staf yang dipekerjakan secara lokal yang menghidupkan diplomasi Amerika di seluruh dunia, dan terutama "membangun korps diplomatik yang sepenuhnya mewakili Amerika di semua bakat dan keragamannya".

Dari mempekerjakan pembekuan hingga pembalasan politik, pemerintahan Trump telah dituduh sangat merusak moral dan melubangi tenaga kerja agensi, yang lagi-lagi dibantah oleh Menteri Mike Pompeo. Sementara keragaman telah menjadi masalah yang telah lama gagal diatasi oleh departemen tersebut.

Setelah bertugas selama beberapa dekade di sisi Biden, Blinken disinyalir akan mengambil alih kursi pengemudi menteri luar negeri berikutnya dengan menghadapi sidang konfirmasi Senatnya.

Seperti yang dilakukan Biden selama kampanye presiden tahun 2020, Blinken diharapkan berkomitmen pada pemerintahan yang akan datang untuk memperbaiki aliansi AS dan Departemen Luar Negeri itu sendiri.

Mantan orang kedua di agensi tersebut adalah asisten lama Biden. Dengan hubungan pribadi yang dekat yang akan menjadi kunci untuk berbicara secara efektif atas nama presiden saat berada di luar negeri

Blinken menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk Wakil Presiden Biden saat itu dan staf teratas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat ketika senator Biden menjadi ketuanya. (Jo)