Wawancara Khusus

Caleg PKPI Machica ‘Aisyah’ Mochtar: Perjuangkan Hak Perempuan & Anak

ARTIS terjun ke dunia politik bukan barang baru. Tiap pemilu tiba, para pesohor, seperti artis dan selebritis ikut mencoba peruntungan mereka menjadi anggota dewan.

Sosok pedangdut kondang Machicha Mochtar yang punya nama asli Aisyah Mochtar, di antara sekian deret artis yang maju nyaleg.

Bersama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dia maju nyaleg untuk duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Pelantun tembang dangdut hits ‘Ilalang’ tersebut, mengaku optimis untuk bisa terpilih dan sekaligus melenggang ke Kebon Sirih, lewat Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 17 April 2019 mendatang.

Berikut petikan wawancara Senayanpost dengan Machica ‘Aisyah’ Mochtar, caleg nomor urut 3 PKPI DPRD DKI Jakarta:

Anda kembali maju sebagai calon legislatif (caleg)?

Betul, ini untuk yang kedua kalinya saya bersama PKPI. Pada 2004 silam saya mencalonkan untuk DPR, tapi beruntung. Kini di Pileg 2019, saya mencoba untuk DPRD DKI Jakarta.

Terdaftar untuk Dapil mana?

Dapil 6 yang meliputi Kecamatan Makassar, Cipayung, Ciracas dan Pasar Rebo di wilayah Jakarta Timur.

Apa program yang Anda usung?

Saya ingin memperjuangkan nasib perempuan dan anak. Karena saat ini, persoalan perempuan dan anak masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa ini. Salah satunya adalah memperjuangkan hak asasi perempuan dan menolak segala bentuk kekerasan.

Program pemberdayaan perempuan harus digenjot, begitu juga hak anak atas pendidikan yang layak. Jangan sampai ada anak tidak mengenyam pendidikan yang layak.

Saya menyebutkan ibu adalah tiang negara. Mereka berperan besar mencetak generasi yang berkualitas. Jika perempuan sering mendapat perlakukan diskriminatif, bagaimana mutu keluarga akan berkembang baik.

Begitu juga masalah hukum, jangan sampai perempuan hanya menerima keadaan. Ini yang harus diperjuangkan. Perempuan harus mendapat haknya, jangan hanya dibodohi karena pembelaannya kurang.

Optimis terpilih di Pileg nanti?

Insya Allah, di tahun 2019 ini, saya bisa dapat amanah melalui PKPI. Optimis, kerja keras dan sosialisasi ke masyarakat merupakan bagian dari ikhtiar yang harus saya jalani

Prinsipnya, saya niat dengan membaca bismillah. Harapannya, tentu saja, masyarakat menjatuhkan pilihan ke saya. Niatan ingin berjuang dengan cara menampung aspirasi masyarakat, semoga dikasih jalan oleh Allah SWT untuk obsesi saya ini.

Saya intens mendekati masyarakat, blusukan disamping memasang baliho.

Apalagi sekarang PKPI di bawah kepemimpinan mas Diaz Hendropriyono, saya makin mantap dan yakin. Sekarang wajah baru, banyak anak muda, semangat baru. Semua kompak.

Ketum juga selalu memberikan semangat bergerak maju dan menang.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close