Politik

Caleg Harus Pahami Kebhinekaan Sebelum Masuk Senayan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Anggota Komisi II DPR FPDIP Komarudin Watubun menegaskan jika sebelum memasuki Senayan, calon anggota legislatif (Caleg) harus benar-benar memahami pentingnya pengamalan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Sehingga saat bertugas di DPR RI tidak menabrak aturan dan konstitusi.

Mengapa? “Setiap anggota DPR RI pasti anggota MPR RI. Karena itu harus benar-benar memahami tugas dan komitmennya akan politik kebangsaan. Makanya parpol harus profesional dalam rekrutmen caleg,” tegas Komarudin dalam dialog 4 Pilar MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (3/9/2018).

Karena itu kata Komarudin, sebelum menjadi anggota majelis, kader PDIP harus masuk sekolah politik kebangsaan. Termasuk untuk mewujudkan kader yang bersih dari korupsi.

“Tapi, khusus caleg eks napi korupsi, DPR mengikuti UU dan putusan MK, yang memang tidak melarangnya. Itu bukan membela koruptor, tapi semata untuk menegakkan konstitusi. Hanya saja Bawaalu dan KPU tak perlu ikut-ikutan berpolitik, dan karenanya harus patuh pada UU,” pungkasnya.

Anggota DPD RI dari Dapil Bangka Belitung Babel), Bahar Buasan menilai jika komitmen kebangsaan akan pentingnya menghargai keragaman, kebhinekaan itu harus ditanamkan sejak dini. Bahar sendiri melakukannya melalui rumah asiprasi di Babel.

Di rumah aspirasi tersebut kata Bahar, terdiri dari anak-anak sekolalh yang berasal dari berbagai suku dan agama yang berbeda-beda. Ada yang muslim, Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Mereka ini diajarkan hidup rukun dan damai dengan yang berbeda suku dan agama tersebut.

“Mereka ada yang dari Babel, Jawa, Sunda, Ambon, Papua, dan lain-lain. Setelah dididik ada yang melanjutkan sekolah ke Amerika, Jakarta, Bandung, dan lain-lain. Dalam perkembangannya mereka sudah biasa hidup damai, tolong-menolong, bertoleransi, bekerjasama dan sejahtera,” ujarnya.

Sedangkan parpol kata Bahar, hanya merupakan salah satu jalan untuk masuk, sedangkan siapa yang mau masuk? “Itulah yang kita siapkan sejak dini di dalam keluarga, agar Indonesia ke depan lebih baik, dan ini tanggung jawab kita semua,” ungkapnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close