Politik

Caleg Gerindra Ini Lolos ke Senayan Meski Meninggal Sehari Sebelum Coblosan

SUMEDANG, SENAYANPOST.com – Dari delapan caleg DPR RI dapil Jabar IX ( Sumedang, Majalengka, Subang) yang lolos ke senayan, satu di antaranya merupakan caleg meninggal dunia.

Diketahui, caleg asal Partai Gerindra Oo Sutisna meninggal dunia sehari sebelum hari H pencoblosan pada 17 April 2019 lalu.

Meski sebelum hari H pencoblosan, telah menyebar informasi bahwa caleg DPR RI asal Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang ini telah meninggal dunia.

Namun, Oo sukses lolos ke senayan dengan meraih 46.075 suara.

Tujuh caleg lain asal dapil IX Jabar yang lolos ke senayan yaitu caleg asal PKB Maman Imanulhaq (50.581 suara), caleg asal Gerindra Jefry Romdonny (46.542 suara), caleg asal PDI Perjuangan TB Hasanuddin (104.332 suara).

Kemudian caleg asal Partai Golkar Hj Itje Siti Dewi Kuraesih (59.577 suara), caleg asal Partai Demokrat Linda Megawati (36.647 suara), caleg asal PAN Farah Puteri Nahlia (113.263 suara), dan caleg asal PKS Nurhasan Zaidi (45.791).

Mantan Komisioner KPU Sumedang Elsya Tri Ahaddini mengatakan, lolosnya caleg meninggal dunia bisa disebabkan pengumuman arau sosialisasi yang disampaikan penyelenggara kurang optimal.

“Atau bisa jadi juga, warga masih kurang peduli terhadap informasi tentang pemilu. Sehingga, banyak warga yang tidak mengetahui caleg yang bersangkutan telah meninggal dunia,” ujarnya dikutip dari Kompas.com, Minggu (19/5/2019) malam.

Elsya menuturkan, meski secara perolehab suara, caleg yang meninggal dunia setelah surat suara dicetak itu meraih suara terbanyak dan lolos ke senayan, namun, secara aturan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“TMS karena yang bersangkutan berhalangan tetap atau meninggal dunia. Sehingga suara yang diperoleh atas nama caleg tersebut dialihkan menjadi suara partai di daerah pemilihannya,” katanya.

Elsya menambahkan, adanya caleg yang meninggal dunia namun tetap meraih suara bahkan hingga meraih suara terbanyak tidak hanya terjadi di Sumedang.

“Ada beberapa caleg di beberapa daerah di Jawa Barat yang meninggal sebelum hari H pemilihan atau setelah surat suara dicetak. Selain calon anggota DPR RI Dapil IX Jabar, di Kota Banjar juga ada caleg DPRD yang meninggal, dan tetap mendapatkan suara di hari pemilihan. Ke depan tentu ini harus jadi perhatian, seperti melakukan upaya atau mengumumkan di setiap TPS oleh KPPS bahwa caleg A telah meninggal dunia,” katanya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close