Cak Imin: Siswa di Jombang Harus Cari Sinyal di Kuburan Supaya Bisa Belajar Online

Cak Imin: Siswa di Jombang Harus Cari Sinyal di Kuburan Supaya Bisa Belajar Online

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi corona mengalami sejumlah kendala. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar pun mengungkapkan sejumlah kesulitan belajar online yang terjadi di tanah kelahirannya, Jombang, Jawa Timur.

“Menarik berita di Jombang tempat kelahiran saya, nyari sinyal dapat di kuburan. Memang di NU itu, kuburan, sebelum ada wifi memang ada sinyal di situ,” kata pria yang disapa Cak Imin itu saat peluncuran ‘Gerakan Bangkit Belajar’ di Perpusnas, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Cak Imin pun sempat melontarkan candaan bahwa di kuburan tersebut memang digunakan untuk menangkap sinyal dari langit oleh para kader NU.

“Yang disebut tol langit itu aslinya itu. Sebetulnya orang NU kan cerdasnya di situ. Ketika wifi belum ditemukan, itu gunakan kuburan untuk mengambil sinyal langit, sinyal malaikat kira-kira begitu,” lanjut dia.

Selain itu, kata Ketum PKB itu, di daerah NTT, siswa sekolah harus memanjat pohon demi mengikuti kegiatan belajar online. Dia pun mengaku telah meminta kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk membangun jaringan internet yang lebih cepat.

“Di NTT naik pohon untuk dapatkan sinyal, mana bisa. Nah ini darurat pendidikan yang serius. Saya bilang ke Telkomsel, Pak Menteri BUMN, mbok bikin BTS dibuat kaya apa, yang cepat kilat,” ucap dia.

Selain kendala mengikuti PJJ, Cak Imin menyebut terdapat sejumlah sekolah di daerah yang meliburkan siswanya selama 5 bulan karena keterbatasan akses internet.

“Ketika kita keliling ke desa, saya lihat anak-anak di desa sudah libur 5 bulan ini, libur. Bayangkan libur tanpa paket program, kalau libur dengan program masih lumayanlah ya. Ini libur tak terarah, sekolah tidak masuk, online tak terjangkau,” sebutnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh pihak membantu pemerintah menangani permasalahan PJJ selama pandemi corona. Dia pun menyambut baik upaya organisasi masyarakat yang telah membantu pendidikan Indonesia.

“Saya apresiasi pemeritah telah bekerja tapi tidak cukup, ormas telah bekerja organisasi telah bergerak tapi tak cukup. Semua harus bergerak harus berikan yang kita mampu untuk bs memberi solusi cepat,” tutup Cak Imin.