Nasional

Buruh: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Maksimal 25 Persen

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan seharusnnya maksimal hanya 25 persen untuk peserta mandiri di setiap kelas. Angka itu sudah memperhitungkan kemampuan bulanan buruh di seluruh wilayah di Indonesia.

“Daya beli buruh masih akan terjaga jika kenaikan iuran per bulan hanya 25 persen dari posisi saat ini,” kata Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Syukur Sarto, di Jakarta, Jumat (11/10/2019.

Jika lebih dari itu, tambahnya, buruh akan kesulitan karena Upah Minimum Provinsi (UMP) di beberapa provinsi terbilang masih rendah.

Dengan demikian, KSPSI dengan tegas menolak jika iuran BPJS Kesehatan meningkat sesuai dengan rencana awal pemerintah yang sekitar 60 persen hingga 100 persen.

“Di Jawa Tengah saja misalnya, itu kan Rp1,6 juta UMP-nya. Kalau benar-benar naik dua kali lipat ya berat sekali. Bisa-bisa 50 persen upah hanya untuk bayar BPJS Kesehatan,” kata Syukur.

Jika demikian, daya beli masyarakat di daerah tentu akan berdampak. Uang yang bisa disisihkan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari semakin berkurang.

“Makanya kalau pun memang mau naik 25 persen saja, ini kan daya beli terpengaruh nanti. Kalau Jakarta dan Bekasi mungkin tidak terlalu terasa, tapi daerah lain seperti Jawa Tengah ini akan terasa sekali,” paparnya.

Ia menyatakan sudah mengungkapkan hal ini kepada Kementerian Ketenagakerjaan pekan lalu. Syukur menyatakan sebenarnya dia menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Namun, kalaupun naik, ia tak masalah jika maksimal tidak lebih dari 25 persen.

“Karena kan masalahnya defisit BPJS Kesehatan, dikejar saja orang yang selama ini menunggak juga bisa tertutupi sebenarnya. Tapi ya sudah kalau mau naik 25 persen saja,” jelas Syukur. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close