Bupati Bogor: Hari Pertama PSBB DKI, Stasiun dan Terminal di Bogor Sepi

Bupati Bogor: Hari Pertama PSBB DKI, Stasiun dan Terminal di Bogor Sepi
Bupati Bogor Ade Yasin

BOGOR, SENAYANPOST.com - Hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di DKI Jakarta membuat sejumlah stasiun dan terminal di Kabupaten Bogor terpantau sepi.

"Menurut laporan dari Dishub tadi (stasiun dan terminal) sepi karena warga yang kerja di Jakarta sekarang bekerja dari rumah (work from home-WFH)," ujar Bupati Bogor, Ade Yasin, di Bogor, Senin (14/9/2020).

Sepinya mobilitas warga di Kabupaten Bogor, ungkap Ade, bukan hanya disebabkan oleh PSBB total DKI Jakarta, melainkan juga karena PSBB pra adaptasi kebiasaan baru (pra-AKB) kedua Kabupaten Bogor yang berlaku sejak 11 September hingga 29 September 2020.

"Kami tetap dengan (PSBB) pra-AKB, kami juga minta warga Jakarta selama PSBB ini patuhi aturan gubernur untuk tidak keluar rumah, apalagi main ke Puncak Bogor dan wisata lain," terang Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga kembali memperketat sejumlah aturan PSBB seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, melalui Peraturan Bupati (Perbup) No 60 Tahun 2020 tentang PSBB pra-AKB.

Pemkab Bogor mewajibkan sejumlah pusat keramaian tutup pukul 19.00 WIB. Tapi waktu buka dan jumlah maksimal pengunjung ditetapkan sesuai masing-masing jenis usahanya. Khusus bagi mal diizinkan beroperasi pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, dengan jumlah pengunjung maksimal 60 persen dari kapasitas tempat.

Kemudian, supermarket, tempat makan, dan kafe diperbolehkan beroperasi pukul 10.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas tempat.

Ade Yasin menyebutkan, bagi minimarket diperbolehkan beroperasi sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas tempat.