Internasional

Bunuh 13 Wanita, ‘Vampir’ Zimbabwe Mengaku Bersalah

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Pembunuh berantai yang melakukan aksinya seperti vampir, Aloin Nduna, mengaku bersalah atas pembunuhan 13 wanita di Zimbabwe, Senin (11/5).

Nduna, 26 tahun, yang dikenal juga dengan Jackson Moyo, mengaku bersalah membunuh 13 wanita di daerah Midlands, Bulawayo dan Masvingo. Anehnya, Nduna menggigit leher dan mengisap darah para korbannya, sebelum memerkosa dan membunuh mereka.

Dilaporkan media Zimbabwe, Chronicle, Nduna berhasil dibekuk dan dibawa ke hadapan pengadilan pekan lalu. Nduna mengaku bahwa dia seorang pemuja setan.

“Saya menghisap darah mereka karena Gereja Universal memberitahu saya bahwa darah mereka akan membuat saya lebih kuat,” kata Nduna di hadapan hakim.

Dalam pernyataannya, seperti diwartakan CNNIndonesia, Nduna mengakui bahwa dia menghisap darah korbannya, Beauty Hove, 26 tahun, asal Mashava sampai dia meninggal.

“Saya menyergap Hove, menggigit lehernya dan mulai menghisap darahnya hingga dia tidak sadar. Dia terjatuh, di situlah saya berhenti menghisap darahnya,” kata Nduna yang terlihat santai.

Setelah korbannya tewas, Nduna menyeret jenazahnya dan menyembunyikannya di dalam semak-semak di sebelah jalan raya. Nduna kemudian mematikan telepon selular sang korban dan mengambil uang sebesar US$2 atau sekitar Rp26 ribu dari saku korban.

Selain Hove, dua wanita asal Midlands turut menjadi korban Nduna, dengan tubuh ditemukan tengah membusuk di daerah Zhishavane bulan lalu. Diperkirakan dua wanita itu merupakan korban pemerkosaan.

Pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa Nduna menggunakan beberapa nama samaran agar aksinya tidak terbongkar. Polisi melacak Nduna dari telepon selular yang dia curi dari korbannya, Privilege Mutara, si penjual susu.

Sebelum kejadian ini, Nduna memiliki catatan di kepolisian bahwa dia pernah dilaporkan jatuh dari atap Gereja AFM ketika jemaat tengah berdoa pada malam hari. Nduna kemudian dibawa ke kantor kepolisian setempat, namun tiba-tiba menghilang secara misterius pada keesokan hari.

Nduna mengakui bahwa dia mulai tertarik dalam dunia pemujaan setan setelah dia bekerja sebagai penulis di sebuah organisasi pebisnis asal Nigeria di Zambia.

Nduna mengklaim bahwa perbuatannya tersebut merupakan suruhan dari rekannya di dunia lain. Sebelumnya, Nduna bersama kelompoknya juga telah membunuh empat wanita dengan cara menghisap darah mereka dalam ritual pemujaan. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close