Hukum

Buntut Lolosnya Djoko Tjandra, Mahfud akan Aktifkan Lagi Tim Pemburu Koruptor

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Djoko Tjandra, buronan kasus cessie Bank Bali, sudah 11 tahun tak diketahui keberadaannya.

Dia terakhir kali terpantau pada 2009 saat kabur ke Papua Nugini menghindari hukuman 2 tahun penjara yang dijatuhkan Mahkamah Agung (MA) di tingkat PK.

Kabar terkini, Djoko Tjandra bisa melenggang bebas masuk ke Indonesia. Ia bahkan bisa membuat e-KTP dan mendaftar PK ke PN Jaksel pada 8 Juni.

Nah, imbas tak terpantaunya Djoko Tjandra membuat Menko Polhukam, Mahfud MD, akan mengaktifkan lagi tim pemburu koruptor. Mahfud akan mengurus payung hukum untuk menghidupkan tim yang pertama kali dibentuk di era Presiden SBY.

“Kita punya tim pemburu koruptor, ini mau kita aktifkan lagi,” kata Mahfud dalam keterangannya, Rabu (8/7/2020).

Mahfud menyebut anggota tim tersebut yakni pimpinan Polri Kejaksaan Agung dan Kemenkumham. Tim tersebut berada di bawah koordinasi Kemenko Polhukam.

“Dalam waktu tidak lama tim pemburu koruptor akan bawa orang, pada saatnya akan buru Djoko Tjandra,” ucapnya.

Mahfud menambahkan, tim pemburu koruptor sebelumnya diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres). Namun Inpres tersebut aktif hanya setahun. Sejak habis masa berlaku, Inpres tersebut belum diperpanjang.

Sehingga Mahfud akan memperpanjang Inpres tersebut agar tim pemburu koruptor segera bekerja.

“Kami akan coba perpanjang dan Kemenkopolhukam sudah punya instrumennya. Kalau itu diperpanjang langsung nyantol ke Inpres,” tutupnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close