FeaturesNasionalTokoh

Bung Hatta Naik Haji Sebagai Rakyat Biasa, dengan Uang Pribadi

JAKARTA (SenayanPost.Com) – Kejujuran dan komitmen proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Mohammad Hatta, sebagai pemimpin yang membela rakyat kecil, menurut I Wangsa Widjaya yang selama puluhan tahun menjadi sekretaris wakil presiden pertama RI itu patut diacungi jempol.

Dalam buku Mengenang Bung Hatta, Wangsa Widjaya mengatakan, komitmen Bapak Koperasi Indonesia itu membela rakyat kecil karena ia seorang muslim yang taat.

Wangsa mengungkapkan, Bung Hatta tidak pernah meninggalkan shalat dan puasa. Biasanya, kata Wangsa, beliau Shalat Jumat di Masjid Matraman yang tidak jauh dari kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

“Bahkan, dalam perjalanan-perjalanan ke luar negeri, Bung Hatta tidak pernah meninggalkan shalat,” tulis Wangsa dalam bukunya, sebagaimana dikutip dari www.konfrontasi.com.

Begitu taatnya menjalankan perintah agama, tidak heran selama memegang jabatan Wapres, menurut Wangsa, Bung Hatta tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. Menumpuk kekayaan atau memberi fasilitas kepada keluarga dan sahabatnya.

Ketika Bung Hatta hendak melaksanakan ibadah haji bersama istri dan dua saudarinya, pada tahun 1952, Bung Karno menawarkan agar menggunakan pesawat terbang yang biayanya ditanggung negara. Tapi Bung Hatta menolaknya.

Bung Hatta mengatakan, ia ingin pergi haji sebagai rakyat biasa, bukan sebagai wakil presiden. Dia menunaikan rukun Islam kelima dari hasil honorarium penerbitan beberapa bukunya.

Di bawah ini SenayanPost menggambarkan suasana pelepasan Bung Hatta yang akan naik haji, dikutip secara utuh dari berita Antara, yang diterbitkan pada 20 Agustus 1952.

Bung Hatta berangkat ke Tanah Sutji
Djakarta, 20 Agustus 1952 (Antara) – Ribuan rakjat bermalam di sekitar lapangan terbang Kemajoran untuk menjaksikan keberangkatan rombongan Wakil Presiden Moh. Hatta ke Tanah Sutji.
Ketika pesawat constellation Tilburg dari KLM djam 04.00 tadi hendak meninggalkan Kemajoran, tampak pula para menteri, pembesar2 sipil dan militer jang mengutjapkan selamat djalan kepada Wakil Presiden dan rombongannja.
Sebelum menudju pesawat terbang, terlebih dulu oleh Wakil Presiden diutjapkan kata2 selamat tinggal di hadapan ribuan rakjat.
Oleh K.H. Sodrie, Penghulu Kepala Djakarta Raya, kemudian dibatjakan do’a semoga perdjalanan Wakil Presiden diberkati Allah SWT.
Sebagaimana telah dikabarkan, untuk menjongsong keberangkatan Wakil Presiden, oleh Panitia Penghormatan Perdjalanan Wakil Presiden pada malam Rebo diadakan berbagai keramaian di sekitar lapangan terbang Kemajoran jang dihadiri tidak sadja oleh ribuan Umat Islam, tapi djuga oleh rakjat pemeluk agama lainnja.
Panitia Penghormatan Perdjalan Hadji Wakil Presiden jang dipimpin oleh Mr.Kasman Singodimedjo dan K.A.Wahid Hasjim mulai djam 22.00 pada malam sebelumnja mengadakan rapat penghormatan di lapangan terbang Kemajoran untuk mengadakan pertundjukan film, kasidah2, njanjian2 dll. (Pusat Data dan Riset ANTARA)

 

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close