Ekonomi

BUMN Tambang Paparkan Potensi Sinergi ke Inggris

LONDON, SENAYANPOST.com – Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin membawa seluruh pimpinan direksi Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tambang untuk dinas perdana ke London, Kerajaan Inggris, dalam rangka penunjukan Indometal London Ltd. sebagai anak perusahaan bersama melakukan pemasaran dan perdagangan produk tambang dan turunannya melalui London Metal Exchange (LME).

Dalam sesi bersama media internasional di London, yang dilaksanakan bersama Young Indonesian Professionals Association (YIPA) di Inggris, Budi Sadikin mempaparkan tiga mandat utama untuk holding BUMN Tambang, yaitu mengembangkan pasokan tambang secara strategis melalui eksplorasi maupun akuisisi, dan meningkatkan nilai tambah produk tambang melalui hilirisasi.

Selain itu, menurut dia, meningkatkan kandungan lokal, serta menjadi perusahaan yang masuk Fortune 500 dengan brand yang kuat di mancanegara. Hal itu dikemukakan Direktur Eksekutif YIPA di Kerajaan Inggris Steven Marcelino kepada Antara, Minggu (1/7/2018).

Budi Sadikin juga membahas bagaimana laba dan pendapatan tambang holding jauh lebih baik dengan konsolidasi dan sinergi sehingga akses pendanaan kedepan akan lebih baik dan efisien.

Laba bersih dan EBITDA konsolidasi pada Holding BUMN Tambang masing-masing tumbuh 132% dan 99% atau senilai Rp 2.9 triliun dan Rp4.7 triliun di kuartal pertama tahun ini dibandingkan Rp 1.3 triliun dan Rp 2.4 triliun pada kuartal pertama 2017, karena ditopang dengan meningkatnya kinerja Antam dan PTBA, kata Rendi A. Witular selaku Kepala Komunikasi Korporat Inalum.

Tren BUMN untuk menarik investasi di London melalui Komodo Bonds, yaitu surat utang bermata uang rupiah juga dibahas. Komodo Bonds perdana yang diterbitkan oleh Jasa Marga di London Stock Exchange pada Desember 2017 telah oversubscribed sebanyak empat kali dengan 7.5% kupon, yang menunjukan tingginya minat investor.

Komodo Bonds dapat membantu banyak BUMN untuk mengkases investasi asing dalam jumlah besar di London tanpa risiko pertukaran mata uang atau FX currency risk, ujar Steven Marcelino, yang sempat menggandeng London Stock Exchange mengadakan dialog dan resepsi bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Keuangan Inggris Phillip Hammond tanggal 19 Juni 2018. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close