Opini

Bugar Menyongsong New Normal

SETELAH kita melakoni PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar dan working from home (wfh) selama lebih dari tiga bulan, alhamdulillah geliat kehidupan berangsur aktif. Senin besok akan mulai beraktivitas di kantor tempat kerja. Sesuai anjuran Pemerintah, sampai ditemukan vaksinnya, kehidupan harus tetap berjalan dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

Menjalankan roda perekonomian, aktivitas sosial dan semacamnya dengan kedisiplinan di era baru adalah keniscayaan. Tidak perlu diseram seramkan. Woles saja. Selow. Yang penting ikuti protokol kesehatan. Kita ikuti petunjuk Presiden kita Jokowi, Komandan Jenderal Doni Monardo dan para Pejabat yang berkompeten. Situasi ini mirip dengan manusia yang bermukim di pinggir hutan atau muara sungai, yang juga habitat binatang buas seperti harimau, gompul, homang atau buaya. Respect the surrounding ecosystem. Mudah mudahan selamat. Itu koentji.

Dalam tiga bulan masa PSBB, setiap pagi saya mengeksplore jenis olah raga kebugaran yang pas untuk usia yang tidak lagi muda. Dokter dan Personal Trainer saya zaman dulu pernah mengingatkan porsi dan jenis olah raga yang pas. Pokoknya tidak kontak fisik, moving offroad, menahan lama pernafasan, atau olahraga beban berat.

Setelah berselancar sana sini, saya menemukan olah raga yang pas di channel youtube skwd. Varian exercisenya lumayan banyak. Ada cardio, aerobics, kickboxing, belly dance, twerk, juga yoga. Rata rata berlangsung 30 menit an di luar pemanasan. Trainernya muda muda, suara renyah. Berbusana pantas dan enak pula dipandang. Haleluyah

Di bulan kedua, saya cari variasi baru, beralih ke exercise yang tematik. Rata rata 15 menitan. Ada yang penguatan core, pelvic floor, armstring, lower abs, inner thigh. Macam macam. Termasuk penguatan organ spesifik seperti senam Sayiddina Ali. Banyak channel youtube saya explore. Instrukturnya ada orang India, ala Bhiksu tua, Senorita Amerika Latin, Asia Timur juga Indonesia, pria maupun wanita.

Kelenturan fisik wanita dan pria pada dasarnya berbeda. Memasuki bulan ketiga, saya mencari dan menemukan channel khusus untuk pria. Puji Tuhan, alhamdulillah ketemu channel Yoga for Men. Instrukturnya pria. Bule yang tinggal di Bali. Saya subscribe dan ikuti serialnya. Tagnya pun simpatik. Breath and flow, stay home.

Mengingat Yoga adalah aktivitas olahraga yang seimbang teknik pernafasan dan kelenturan, saya agak ngeri juga. Seumur umur saya belum pernah latihan yoga. Teringat cerbung Khoo Ping Hoo. Dalam serial Sepasang naga pedang iblis… ada episode murid yang salah latihan pernafasan, malah keracunan.

Berbekal baca buku buku yoga di pdfdrive.com, saya mencoba memahami apa itu falsafah yoga, jenis-jenisnya, posturnya dan seterusnya. Google menyediakan lengkap. Yoga dengan segala jenisnya, untuk penguatan tubuh, pikiran dan jiwa. Termasuk aspek spiritualitas. Tantra bahkan kamasutrapun ada. Komplit bergambar. Bermodal bacaan tersebut, saya mengikuti serial yoga vinyasa for men. Siapa takut !

Mulai hari Senin besok, saya kemungkinan tidak dapat lagi rutin yoga setiap pagi jam 6. Ini sudah masuk new normal. Ke kantor harus lebih pagi untuk menghindari kemacetan. Tempat saya biasa ngegym di sekitar bundaran H.I belum buka, mengikuti anjuran Bapak Gubernur Anies yang menerapkan transisi bertahap.

Kelak, kalau sudah memungkinkan saya pengen juga nyari yoga course ach. Peserta yang beragam dan instruktur yang energik pasti akan menambah semangat. Pemirsa yang budiman, latihan bareng yo.

Namaste
Jakarta, 6 Juni 2020

Sampe L. Purba – Penikmat Kehidupan Normal

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close