Polri

Bripda Nesti Dipecat dan Terancam Penjara 12 Tahun Karena Terpapar Radikalisme

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Bripda Nesti Ode Samili alias NOS harus kehilangan karirnya di kepolisian karena terpapar paham radikal. Tak hanya itu, anggota Polda Maluku itu pun terancam hukuman 12 tahun penjara karena melanggar UU Terorisme.

“Tersangka NOS ini ditahan oleh Densus 88 sejak 9 Oktober 2019 dengan persangkaan pasal 15 junto 12a dan atau pasal 13 UU 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana Terorisme dengan ancaman 3 tahun dan maksimal 12 tahun, ini sudah dilakukan untuk proses sidiknya, untuk pidana umumnya,” kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Bripda Nesti dipecat setelah dilakukan sidang kode etik pada 21 Oktober 2019 lalu. Bripda Nesti ditahan sejak 9 Oktober 2019 masih diperiksa Densus 88.

“Kemudian untuk kode etiknya NOS sudah dilakukan sidang kode etik pada 21 Oktober 2019, yang bersangkutan kita kenai pasal 14 Ayat 1 PP 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri. Sehingga dipastikan bahwa NOS saat ini sudah bukan lagi sebagai anggota Polri, dan keputusan itu sudah ditandatangani oleh Kapolda Maluku Utara,” ujar dia.

Sebelumnya, seorang polisi wanita (Polwan) bernama Bripda Nesti Ode Samili (NOS) diamankan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Solo dikarenakan terindikasi terpapar paham ISIS.

Bripda Nesti diduga menyebarkan paham radikal ke rekan kerjanya sesama polisi. Sejauh apa paham tersebut mempengaruhi tingkah lakunya, pemeriksaan terus dilakukan tim Densus 88.

“Kita masih dalami apa dia sudah terafiliasi kepada jaringan terorisme yang di dalam negeri. Apa dia juga sudah menularkan paham-paham itu ke teman-teman di kepolisian yang lain,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jumat (4/10).

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close