BPOM Pastikan Tidak Ada Efek Samping Serius Vaksin Sinovac

BPOM Pastikan Tidak Ada Efek Samping Serius Vaksin Sinovac
Vaksin Sinovac

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menyatakan uji klinis fase ketiga vaksin virus corona (Covid-19) buatan Sinovac Biotech Ltd. yang bekerja sama dengan PT Biofarma terus berjalan.

Pennya menyebut tak ada laporan mengenai efek samping yang serius dari para relawan yang menjalani uji klinis vaksin tersebut hingga saat ini.

"Uji klinik yang dilakukan di Bandung untuk Covid-19 tidak ada laporan efek samping serius hingga saat ini," kata Penny dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11).

Penny menjelaskan sebanyak 1.620 relawan sudah disuntik vaksin dosis pertama dan 1.603 relawan disuntik vaksin dosis kedua per 6 November 2020. Dari jumlah itu, sebanyak 1.520 subjek masuk ke periode monitoring.

"Ada 17 subjek yang drop out, tapi saya kira itu tidak siginifikan," ujarnya.

Selain itu, kata Penny, BPOM juga telah bertolak ke China untuk mengecek fasilitas produksi di Sinovac Biotech. Menurutnya, BPOM mendapatkan data yang menunjukan kualitas baik dan sangat bisa dipercaya.

Namun, Penny berkata BPOM masih akan menunggu hasil analisis data dan observasi selama tiga sampai enam bulan setelah penyuntikan dosis yang kedua untuk memastikan aspek keamanan dan khasiat vaksin tersebut.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyampaikan hal senada. Menurutnya, tak ada kejadian serius dari uji klinis tahap ketiga vaksin Sinovac di Indonesia.

Sementara itu Presiden Joko Widodo memperingatkan agar semua pihak berhati-hati terhadap pengadaan vaksin Covid-19 yang diperkirakan akan datang pada akhir tahun ini.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan vaksin tersebut harus lolos dari pengujian BPOM sebelum bisa digunakan. Hal tersebut, Jokowi sampaikan dalam wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV, Selasa (17/11).