BPJS Ketenagakerjaan: 150 Ribu Pekerja Bergaji Rp5 Juta Gagal Terima BLT

BPJS Ketenagakerjaan: 150 Ribu Pekerja Bergaji Rp5 Juta Gagal Terima BLT
Foto-tribunnews

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Terdapat 150 ribu orang yang batal menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) karena berhenti menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebelum 30 Juni 2020.

Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, pemberitahuan pembatalan tersebut dikirimkan melalui pesan singkat atau SMS kepada masing-masing peserta yang sebelumnya telah dikonfirmasi sebagai penerima bantuan subsidi upah.

"Mereka tidak berhak menerima subsidi upah Rp2,4 juta," kata Agus Susanto, dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat, Kamis (17/9/2020).

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan yaitu pihaknya memberikan informasi kembali kepada mereka melalui SMS. Kami kirimkan ada link private, hanya mereka yang bisa membuka. Kami kirimkan 400 ribu link, ada 150 ribu yang sudah mengkonfirmasi

Agus mengungkap hingga saat ini pihaknya juga masih mencari nomor telepon para penerima manfaat yang keluar atau berhenti dari peserta and BPJS Ketenagakerjaan. 

Sebab, ketika mereka mengkonfirmasi telah berhenti dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, subsidi gaji tersebut bisa dialihkan ke karyawan lain yang bergaji Rp5 juta.

"Jadi tidak ada nomor telepon, sedang kami cari melalui kantor cabang. Sementara ada 150 ribu kuota lagi yang bisa dialihkan," imbuh Agus.

BPJS Ketenagakerjaan mengatakan pekerja yang sudah keluar dari kepesertaan masih berpeluang menerima bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp600 ribu per bulan. Asalkan, mereka masih terdata sebagai anggota aktif pada 30 Juni. (Jo)