Lintas Daerah

BPBD Tasikmalaya Wajibkan Pengelola Wisata Miliki Pemahaman Bencana Alam

SINGAPARNA, SENAYANPOST.com – Masyarakat maupun pengelola wisata diwajibkan memiliki pemahaman dan kemampuan meminimalisir resiko bencana alam di kawasan objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Kita bentuk seperti forum penyelamatan bencana di kawasan wisata untuk antisipasi berbagai ancaman bencana,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, EZ Alfian, di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (30/4/2018).

Di Tasikmalaya, kawasan wisata yang memiliki potensi bahaya bencana alam yakni objek wisata Gunung Galunggung yang merupakan gunung aktif yang mana letusan dan longsor sudah pasti mengancam. Kemudian wisata pantai di selatan Tasikmalaya memiliki potensi bencana tsunami dan kecelakaan laut.

“Sementara yang dinilai potensi tinggi bencana di tempat wisata baru dua, yaitu di Galunggung dan wisata pantai,” katanya.

Ia mengatakan di objek wisata tersebut terdapat warga maupun sukarelawan pegiat wisata agar dapat melakukan tindakan atau penyelamatan jika terjadi bencana alam.

“Kalau di Galunggung bagaimana upaya penyelamatan mengevakuasi warga atau wisatawan,” katanya.

Untuk objek wisata lainnya, kata Alfian, sistem penyelamatannya melibatkan masyarakat desa melalui Desa Tangguh Bencana yang berjumlah sekitar 30 desa.

“Seperti di kawasan wisata Situ Sanghyang itu ada Desa Tangguh Bencananya,” katanya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close