Bongkahan Es Sebesar Kota New York Terlepas dari Antarktika

Bongkahan Es Sebesar Kota New York Terlepas dari Antarktika
Terlepasnya sebuah bongkahan es dari Antarktika terjadi sekitar 10 tahun setelah para ilmuwan mulai mendeteksi adanya beberapa retakan.

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Sebuah bongkahan gunung es seukuran kota New York City terlepas dari benua Antarktika, Jumat kemarin. 

Peristiwa terjadi sekitar 10 tahun setelah para ilmuwan mulai mendeteksi adanya retakan di beberapa titik di Antarktika.

Survei Antarktika Inggris (BAS) merilis sebuah pernyataan pada Jumat kemarin, yang mendeskripsikan terlepasnya satu bongkahan gunung es besar dari Brunt Ice Shelf, sebuah area yang berlokasi tak jauh dari sebuah pos riset Inggris.

"Tim kami di BAS telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun terhadap perisiwa terlepasnya bongkahan gunung es dari Brunt Ice Shelf," kata Direktur BAS Dame Jane Francis, dikutip Medcom dari laman The Hill pada Sabtu (27/2/2021).

Para ilmuwan BAS memprediksi bongkahan gunung es tersebut akan segera terlepas setelah retakan baru muncul di Brunt Ice Shelf pada November lalu. Sejak saat itu, retakan terus membesar dari hari ke hari.

Sebanyak 12 orang dari tim BAS telah meninggalkan Stasiun Riset Halley di Antarktika pada bulan ini sebelum datangnya musim dingin. Tim sudah tidak pernah lagi tinggal di pusat riset selama musim dingin sejak 2017.

Puset riset BAS relatif aman dari peristiwa terlepasnya bongkahan gunung es karena sudah dipindahkan ke area yang lebih strategis sejak 2016.

"Tugas kami saat ini adalah mengawasi situasi secara seksama serta memeriksa ada tidaknya dampak dari terlepasnya bongkahan gunung es terhadap sejumlah titik lain (di Brunt Ice Shelf)," ujar Simon Garrod, Direktur Operasional BAS.

"Kami terus memerhatikan rencana jangka panjang untuk memastikan keselamatan seluruh staf, menjaga kondisi pusat riset, dengan tetap mendorong berjalannya riset sains di Halley," sambung dia.

BAS menekankan bahwa peristiwa terlepasnya bongkahan gunung es di Brunt Ice Shelf ini bukan diakibatkan perubahan iklim.

"Perubahan es di Halley adalah proses natural, dan sejauh ini tidak ada bukti bahwa perubahan iklim memainkan peran signifikan terhadap peristiwa terlepasnya (bongkahan gunung es) di Larsen C Ice Shelf," sebut pengumuman resmi dari BAS.