Bonaventura Gunawan Akan Pamer Karya Seni Grafis

14:45
77
Bonaventura Gunawan akan menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta, pada 12 – 20 Agustus.

YOGYAKARTA, SENYANPOST.com – Meski sempat menekuni pekerjaan lain, Bonaventura Gunawan kembali menekuni dunia lamanya, seni grafis. Salah satu cabang seni yang kini mulai langka pelakunya.

Seniman asal Yogyakarta ini akan menggelar pameran tunggal di Bentara Budaya Yogyakarta, pada 12 – 20 Agustus mendatan. Rencananya pameran Galeri Seni Nasional Indonesia Suwarno Wisetrotomo. Pameran itu sendiri bertajuk Re-Public: Reminding of Existence.

Bonaventura Gunawan atau yang sering menyebut dirinya B Gunawan, Jumat (11/8/2017) menuturkan, seni grafis yang ditekuni ini memang cukup rumit, perlu kesabaran namun sangat memuaskan.

“Seni ini mampu memunculkan karakter yang kuat yang sesuai dengan harapan namun tidak dimiliki oleh seni lainnya,” katanya mantap.

Karya-karya yang akan dipamerkan itu biasa disebut dengan menggunakan teknik cukil harboard.

Pada pameran tunggal itu B Gunawan akan memamerkan sejumlah karya yang merupakan potret kehidupan yang ada di sekitar kita. Karya yang akan dipamerkan itu antara lain,

Operasi Tangkap Tangan (140 x 120 cm; 2016); Political Battle (488 x 210 cm; 2017); Makaria (165 x 120 cm; 2017); Orgasme (120 x 80 cm; 2016), atau EGP (80 x 60 cm; 2016). Figur-figur yang dihadirkan pada bidang gambar itu seolah segera bisa dikenali, setidaknya peran dan nasib mereka.

Sosok-sosok yang perkasa, kuasa, mereka yang oportunistik, mereka yang tertatih mempertahankan hidup dan kehidupannya, serta mereka yang ringsek menjadi korban. Karya seni grafis Gunawan secara ringkas saya katakan sebagai “cukilan lanskap sosial“.

Karya Political Batle (2017) misalnya, menjadi alegori lanskap sosial yang penuh drama. Kita dapat menyigi dan menandai,  yang mana aktor intelektual, yang mana hero, yang mana badut-badut politik, yang mana si oportunis, dan yang mana sang korban. Mana sang pemangsa, dan mana yang dimangsa. Keculasan, kemunafikan, kesedihan, diramu menjadi drama getir. Karya yang hampir mirip muatan dan pesannya adalah Makaria, 2017 (pesta pora makar?) yang juga tampak dramatik dan satire.

Memperhatikan tema, ukuran, dan teknik merupakan modal penting bagi Gunawan untuk dapat dipercakapkan serta dipertimbangkan dalam peta seni rupa Indonesia.

Comments

comments