Lintas Daerah

Bom Aktif Ditemukan di Area Perluasan Bandara Rendani, Manokwari

MANOKWARI, SENAYANPOST.com – Bom aktif ditemukan di area perluasan Bandara Udara Rendani, Manokwari, Papua Barat. Bom ditemukan salah satu buruh bangunan di sekitar bandara yang berjarak sekitar 200 meter.

Penemuan bom ini membuat karyawan bandara sontak kaget. Bom tersebut diketahui merupakan peninggalan perang dunia kedua.

Jaya, salah satu buruh bangunan ketika dikonfirmasi di tempat kejadian perkara (TKP) menuturkan awalnya dirinya sedang melakukan penggalian untuk pelebaran bandara Rendani sekitar pukul 16.45 WIT pada Kamis (28/3).

“Saya sedang menggali lubang untuk pelebaran bandara. Namun, saat menggali kami menemukan ada hal aneh mirip bom,” kata Jaya dikutip dari Balleo News.

Ia melanjutkan,setelah menemukan bom, dirinya langsung menyampaikan kepada rekannya bernama Faisal untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian yang sedang melakukan penjagaan di Bandara Rendani.

“Laporan tersebut langsung ditangani oleh pihak kepolisian dengan mendatangi lokasi penemuan bom,” ujar Jaya.

Tim Gegana Polda Papua Barat langsung menuju ke lokasi setelah menerima laporan adanya penemuan bom Tersebut. Tim Gegana menjinakkan bom tersebut di lokasi.

Tim Gegana melakukan evakuasi bom setelah semua penerbangan selesai dilakukan. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan sekitar bandara Rendani.

Hal itu disampaikan Kepala Bandara Rendani, Juli Mujiono ketika dikonfirmasi wartawan,Jumad (29/03) malam tadi.

“Dengan adanya penemuan bom peninggalan perang dunia ke dua tahun 194, oleh para buruh bangunan pelebaran bandara Sentani, telah dievakuasi oleh pihak gegana setelah penerbangan dan aktifitas bandara selesai,” kata Juli Mujiono.

Polda Papua Barat melalui Kanit Tim Gegana mengungkapkan, bom yang ditemukan para buruh bangunan pelebaran bandara Rendani Manokwari, Papua Barat berhasil dievakuasi walapun sempat mengalami kendala.

“Bom dengan berat 700 Kg itu saat dievakuasi Tim Gegana, sempat mengalami kendala. Bom tersebut ditemukan dalam lumpur sehingga butuh 3 jam untuk bisa dievakuasi. Pihak Gegana berhati-hati saat melakukan evakuasi karean lokasi tersebut berbecek dan bisa mengakibatkan longsor,” ujar Kanit Gegana, Yos Ngongadi pada Jumad (29/03) malam tadi.

Ia melanjutkan, bom yang ditemukan tersebut dengan panjang 1,58 meter dan lebar 8 meter tersebut langsung dibawah menuju Mako Brimob Papua Barat untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Warga yang melakukan aktifitas di sekitar bandara diminta untuk berhati-hati. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan segera melaporkan kepada pihak keamanan agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close