Nasional

Bodi Pesawat Lion Air Sudah Terdeteksi, namun Belum Ditemukan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tim SAR masih melanjutkan proses pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang. Pencarian juga dilakukan terhadap CVR black box dan bodi pesawat.

Upaya tim SAR gabungan, yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lain, membuahkan hasil. Meski dalam operasi SAR menemukan 195 kantong jenazah, tim gabungan belum dapat menemukan tubuh pesawat secara utuh.

“Badan pesawat secara full kita belum temukan. Tim kami fokus di sinyal CVR, masih cari di lokasi bersama BPPT,” ujar investigator KNKT, Ardi Gunawan, di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

Namun tim SAR gabungan berhasil mendeteksi dan mengangkat serpihan bodi pesawat dan sejumlah perangkat, di antaranya flight data recorder (FDR), dua turbin, dua roda, emergency locator transmitter (ELT), hingga kulit pesawat.

Berikut daftar temuan tim SAR Gabungan selama 11 hari pencarian:

– FDR

FDR ditemukan pada Kamis (1/11) sekitar pukul 10.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan FDR yang ada pada black box.

FDR black box ditemukan setelah sebelumnya ping detector berhasil menangkap sinyal black box di sekitar 400 meter dari last contact pesawat pada koordinat 05 derajat 46 menit 15 detik selatan-107 derajat 07 menit 16 detik timur dengan kedalaman 32 meter. Namun, diketahui FDR itu ditemukan dalam kondisi terbelah dua.

“Black box jenis FDR yang ditemukan dalam kondisi patah dan terpotong menjadi dua bagian,” kata Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Haryo Satmiko kepada detikcom.

– Dua Turbin

Turbin pertama pesawat Lion Air PK-LQP ditemukan dan diangkat dari perairan pada Sabtu (3/11), lalu yang kedua ditemukan pada Selasa (6/11). Pengangkatan bagian mesin pesawat itu dilakukan dengan crane yang terdapat di kapal Baruna Jaya I. Turbin lalu dibawa ke Dermaga JICT 2 menggunakan LCU Banda Aceh.

“Turbin sudah dua ditemukan. Artinya, dua engine sudah ditemukan. Kemudian kemarin roda yang lain juga sudah terlihat,” ujar Kabasarnas Marsdya M Syaugi di Dermaga JICT 2, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11).

– Dua Roda Pesawat

Salah satu roda Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Karawang sudah dievakuasi ke Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Satu roda yang ditemukan itu merupakan pendarat belakang pesawat.

“Hari ini saya lihat di TV sudah ketemu roda, kami lihat sekilas di TV. Kita lihat roda mutar, kita bisa pastikan itu roda pendarat belakang,” ujar Ketua Subkomite Kecelakaan Penerbangan KNKT Capt Nurcahyo Utomo di kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Lalu roda kedua kembali ditemukan pada Minggu (4/11). Kondisi ban ada roda terlihat sudah pecah dan besinya terlihat bengkok. Roda ini masih ditemukan di sekitar lokasi FDR ditemukan.

“Yang selebihnya adalah roda pesawat lengkap dengan dudukannya, sama (ditemukan) dengan kedalaman 30 meter juga. Lokasinya di sekitar kita menemukan masih di sekitar FDR semua,” kata Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Kaut (P) Bambang Trijanto di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/11).

Selain bagian-bagian tersebut, ada barang lain yang ditemukan, yaitu emergency locator transmitter (ELT), flight direction, kulit pesawat, hingga potongan busa dari tempat duduk pesawat. Saat ini proses pencarian satu black box lainnya, yakni cockpit voice recorder (CVR) masih terus berlanjut.

Jika nanti proses evakuasi diberhentikan, KNKT akan tetap mencari CVR yang memuat rekaman suara di dalam kokpit. Tentunya hal itu guna mendukung penyelidikan terkait penyebab jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10).

“Nggak, kami tetap cari, mungkin akan ada penambahan, tiga hari kan dari Basarnas. KNKT sebagai pemerintah akan diperpanjang. (Penyelamnya) ya nanti kita koordinasikan. Sama tim lainnya,” kata investigator KNKT, Ardi Gunawan.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close