Nasional

BNPB: Sepanjang Januari 2019, 366 Kali Bencana, 94 Orang Meninggal Dunia

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sepanjang Januari 2019 telah terjadi 366 bencana. Di bulan Januari dan Februari diperkirakan merupakan puncak bencana banjir, longsor serta puting beliung.

Kepala Pusat data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, setidaknya 94 orang meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang terjadi.

“Bulan Januari dan Februari adalah puncak bencana banjir, longsor dan puting beliung. Selama bulan Januari 2019, telah terjadi kejadian bencana 366 yang menyebabkan 94 orang meninggal dan hilang, 149 orang luka-luka,” kata Sutopo dalam keterangannya, Jumat (1/2/2019).

Sementara itu, 88.613 orang mengungsi dan terdampak, 4.013 unit rumah rusak meliputi 785 rusak berat, 570 rusak sedang, 2.658 rusak ringan, dan 146 fasilitas umum rusak.

“Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi selama Januari 2019. Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan merupakan bencana yang banyak menimbulkan korban meninggal dan hilang.”

Jumlah Bencana Naik 57,1 Persen

Jika dibandingkan dengan Tahun 2018 di periode yang sama, maka jumlah bencana yang terjadi di 2019 masih lebih banyak.

“Dalam periode yang sama, yaitu 1 Januari hingga 31 Januari, jumlah kejadian bencana tahun 2019 lebih banyak daripada tahun 2018. Perbandingan bencana antara tahun 2018 dan tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana naik 57,1 persen,” katanya.

“Korban meninggal dunia dan hilang naik 308,7 persen, korban luka-luka naik 186,5 persen, korban mengungsi dan terdampak turun turun 49,8 persen, dan jumlah rumah rusak turun 59,7 persen,” tambah Sutopo.

Banjir dan Longsor di Sulsel Telan 79 Korban Jiwa

Sementara itu bencana banjir dan longsor yang melanda 13 kabupaten/kota yaitu Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap , Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Sinjai tercatat pada (1/2) adalah 79 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, 46 orang luka-luka,dan 9.429 orang mengungsi.

“Kerusakan fisik meliputi 559 unit rumah rusak, 22.156 unit rumah terendam, 13.808 ha sawah terendam dan puso, 12 unit tempat ibadah, 8 fasilitas pemerintahan, 2 unit pasar, 34 unit jembatan, dan 70 fasilitas Pendidikan. Gubernur Sulsel telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari yaitu tanggal (23/1) hingga (6/2).”

Sutopo mengimbau warga tetap waspada menghadapi banjir, longsor dan puting beliung.

“Amati kondisi lingkungan sekitar anda. Orangtua hendaknya lebih meningkatkan mengawasi anaknya. Jangan melakukan aktivitas di sekitar sungai karena seringkali tiba-tiba terjadi peningkatan debit sungai karena di hulu hujan deras,” katanya.

“Waspada terhadap longsor. Longsor penuh ketidakpastian seringkali terjadi tiba-tiba. Beberapa tanda potensi longsor di perbukitan atau lereng antara lain adanya retakan tanah, timbulnya amblesan, munculnya mata air atau rembesan air di lereng, pohon miring, atau air sumur atau kolam tiba-tiba menjadi keruh.”

KOMENTAR
Tags
Show More
Close