Kriminal

BNNP Sumsel Gulung Tiga Tersangka Jaringan Narkoba Internasional

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan menggulung tiga bandar dan pengedar narkotika jaringan internasional yang mencakup Malaysia, wilayah Sumsel, Tembilahan, Pekanbaru dan Batam, dengan barang bukti 23 kilogram sabu dan 7.741,5 pil ekstasi.

Ketiga tersangka bandar dan pengedar yang diamankan itu, yakni Andi Eka alias Togar asal Aceh, Yuswadi asal Baturaja dan Usamah asal Tembilahan kabupaten Riau.

“Jaringan ini awalnya yang ditangkap adalah tersangka Andi Eka dan Yuswadi. Setelah dilakukan pengembangan, dilakukan penangkapan terhadap Usamah,” ujar Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan, di kantor BNNP Sumsel Jakabaring, Senin (12/8/2019).

Ia mengatakan, penangkapan terhadap para tersangka bermula dari laporan masyarakat terkait akan adanya transaksi narkoba di sekitar pasar Km 5 Palembang. Menanggapi informasi tersebut, tim BNNP Sumsel melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan di dua tempat berbeda.

Tersangka Andi Eka ditangkap di salah satu rumah makan dan tersangka Yuswadi ditangkap di pool Damri yang sama-sama berada di kawasan KM 9 Palembang. Saat melakukan penggeledahan terhadap tersangka Andi Eka, saat itu tidak ditemukan adanya barang bukti. Sebab dia mengaku barang bukti tersebut sudah diserahkan pada Yuswadi.

“Dari tangan Yusnadi berhasil diamankan satu bungkus plastik warna putih berisikan 1974 butir pil ekstasi darinya,” katanya.

Kemudian, tim BNNP Sumsel melakukan pengembangan dibantu BNNK Ogan Ilir di bedeng kontrakan Andi Eka. Tepatnya, di lingkungan IV Desa Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Setelah melakukan penggeledahan lebih lanjut ditemukan 23 bungkus plastik bening berisi sabu serta 4 kantong bening pil ekstasi dengan jumlah 5.794,5 butir. Dari pengembangan lebih lanjut, petugas menangkap Usamah di kecamatan Tembilahan Provinsi Riau.

“Ketiga tersangka diancam terjerat pasal 112 Juncto Pasal 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009. Ancamannya hukuman minimal seumur hidup,” tegas John. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close