Kriminal

BNNP Lampung Gulung Sindikat Jaringan Narkotika Internasional

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menangkap empat tersangka jaringan narkotika internasional yang menyelundupkan sabu seberat 7.259,93 gram asal Provinsi Aceh yang akan diedarkan di wilayah Lampung.

Keempat orang tersangka yang ditangkap BNNP Lampung, masing-masing dua orang pelaku, yakni Zawil Qiram (22) dan Silman (30), warga Lhokseumawe, Aceh, bertindak kurir.

Tersangka berikutnya Ade Irawan (38), warga Kotakarang, Telukbetung Timur, penyedia gudang barang haram tersebut dan juga sebagai tempat transit. Tersangka selanjutnya Jefri Susandi (41), pengendali barang haram itu yang tinggal di Perumahan Cigadung, Pandeglang, Banten.

Penangkapan para tersangka oleh BNNP Lampung mendapat perlawanan. Zawil dan Jefri pun ditembak lantaran sempat berontak dan melarikan diri ketika hendak ditangkap. Kurir dan penerima dari komplotan narkoba ini ditangkap pada Jumat (9/8/2019) malam pukul 23.45 WIB. Sementara sang pengendali ditangkap pada Senin (12/8/2019).

Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga Ery Nursatari mengatakan, awalnya Tim Brantas mendapatkan informasi barang haram asal Aceh, akan dikirim ke Lampung.

Kemudian, Tim Brantas melakukan profiling terhadap penerima barang dan orang yang menyiapkan gudang, yakni Ade Irawan. Tim lainnya melakukan profiling di jalan lintas Sumatera, di arah Bandara Radin Inten II, menuju Hajimena.

Sekitar pukul 23.30 WIB terlihat Mitsubishi Pajero hitam dari arah Branti menuju Bunderan Hajimena. Di sanalah mobil tersebut berhenti menunggu sekitar 10 menit datang target penerima/gudang untuk mengambil barang. Sekitar pukul 23.45 ketika mereka bertemu dan siap untuk serah-terima, Tim Pemberantasan BNNP Lampung langsung melakukan penangkapan di lokasi.

“Di lokasi, tim menangkap ZQ dan S membawa Pajero beserta AI yang hendak menerima. Kita amankan barang bukti sabu dibungkus teh China warna merah totalnya 7 kantong,” ujar Tagam, di Bandarlampung, Kamis (15/4/2019).

Setelah dilakukan pengembangan jaringan ini terungkap dikendalikan Jefri asal Banten yang ditangkap di sebuah masjid di dekat kediamannya. Dari pemeriksaan, dua kurirnya ZQ dan S sudah tiga kali membawa sabu, yakni ke Riau, Jambi, dan terakhir Lampung.

Dari Jefri, pengusaha angkot seorang residivis pengedar sabu dan sempat divonis 6 tahun di LP Way Hui hingga bebas tahun 2014 ini, petugas menyita barang-barang, seperti mobil, perhiasan, buku tabungan, HP, hingga surat tanah yang nominalnya mencapai Rp1,9 miliar. Semuanya merupakan hasil tindak pidana pencucian uang, dari menjual sabu.

“Mereka semua ini jaringan internasional, yang merusak bangsa, pokoknya kita tangkap, melawan kita tembak, melawan lagi kita tembak mati,” jelas mantan Dirsamapta Polda Lampung itu. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close