Hukum

BNNP Jatim Bekuk Lima Pengedar 1,1 Kg Sabu

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membekuk lima orang tersangka peredaran narkotika jenis sabu-sabu dalam waktu satu bulan, yakni 18 Juli -2 Agustus 2018 yang dikendalikan dari dua lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengatakan dari para tersangka, pihaknya mempu mengamankan narkotika jenis sabu seberat 1,1 kilogram.

“Total yang diamankan semuanya sekitar 1,1 kilogram narkotika jenis sabu-sabu. Ini daru dua jaringan yang dikendalilan dari Lapas Tanjung Pinang dan Lapas Porong,” ujar Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, Jumat (24/8/2018).

Brigjen Pol Bambang menjelaskan, penangkapan dimulai pada Jumat (20/7/2018) di halaman depan losmen Syariah Jalan Raya By Pass Juanda, Sedati, Sidoarjo. Di sana petugas BNNP Jawa Timur melakukan penangkapan terhadap dua orang laki laki berinisial AL dan JP. Kedua tersangka ditangkap pada saat melakukan serah terima narkortika jenis sabu-sabu.

“Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan dan berhasil ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak lima bungkus plastik dengan berat brutto 244,93 gram,” ujar Brigjen Pol Bambang.

Tersangka AL mengakui tinggal di Batam dan pergi ke Surabaya dengan menggunakan pesawat terbang Lion Air. AL mengaku disuruh oleh temannya bernama RD untuk menyerahkan narkotika jenis sabu kepada seseorang yang akan diberitahukan setibanya di Surabaya.

“Tersangka mengakui kenal dan berkomunikasi dengan RD melalui Handphone dan tersangka sudah diberikan upah sebesar Rp1.5 juta,” kata Bambang.

Tersangka JP mengakui mengambil narkotika jenis Sabu tersebut dari tersangka AL karena disuruh oleh temannya bernama IR. JP mengaku mengenal IR sewaktu di Lapas Porong dan menjaga komunikasi menggunakan “handphone”.

“Tersangka sudah diberikan upah sebesar Rp1 juta dan sudah habis untuk kebutuhan sehari hari,” kata Brigjen Pol Bambang.

Dari para tersangka juga diamankan satu buah ATM BRI, satu unit “handphone” merek Samsung, dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam nomor polisi L-4019-XN.

Kemudian, penangkapan kedua terjadi pada Kamis (2/8/2018) di samping kiri halaman Indomaret Jalan Raya Diponogoro Surabaya. Di sana, petugas BNNP melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka atas nama AL, ED dan IS.

“Ketiga tersangka ditangkap pada saat melakukan serah terima barang berupa narkotika jenis sabu seberat tiga bungkus plastik dengan berat brutto 356,42 gram,” kata Bambang.

Selanjutnya, petugas BNNP melakukan penggeledahan di kamar hotel yang ditempati tersangka AL dan ED yaitu di kamar Nomor 901 Great Hotel Diponogoro, Surabaya.

Dari hasil penggeledahan kembali ditemukan barang bukti narkotika jenis Sabu sebanyak lima bungkus dengan berat brutto 526,64 gram, yang disembunyikan diatas lantai ditutupi kantong plastik dan sepasang sepatu milik tersangka.

Tersangka AL mengakui mendapatkan barang Narkotika jenis sabu-sabu dari atasannya bemama RD dan komunikasi menggunakan handphone. tersangka diperintah untuk menyerahkan barang Narkotika jenis sabu-sabu tersebut kepada tersangka IS yang disaksikan oleh teman wanitanya bernama ED.

“Tersangka dijanjikan akan diberikan upah oleh atasanya RD sebesar Rp8 juta per 100 gramnya dan tersangka sudah menerima upah untuk biaya selama dalam perjalanan ke Surabaya sebesar Rp1.5 juta,” ujar Brigjen Pol Bambang.

Sementara tersangka IS mengakui telah menerima barang Narkotika jenis sabu-sabu dari tersangka AL atas suruhan temannya sewaktu di Lapas Porong yang bernama AR. Tersangka IS dijanjikan akan diberi upah oleh AR sebesar Rp1 juta per 100 gramnya.

Bambang mengungkapkan, dari para tersangka juga diamankan satu buah kartu ATM BCA, satu unit handphone merek Samsung warna hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna merah dengan No. Pol. L2027-XY, dan satu unit Handphone merek Nokia warna hitam. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close