BNNP Bangka Belitung Musnahkan Ribuan Butir Ekstasi

BNNP Bangka Belitung Musnahkan Ribuan Butir Ekstasi
Pemusnahan Ribuan Pil Ekatasi (foto Akhmad Sadad-SP)

BABEL, SENAYANPOST.com - Sebanyak 2.000 butir pil ekstasi senilai Rp600 juta hasil tindak pidana narkotika dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

"Hari ini kami telah memusnahkan 2.000 butir ekstasi," ujar Kepala BNNP Babel, Brigjen Pol Suparwoto, di Pangkalpinang, Kamis (8/10/2020). 

Ia mengatakan, sebanyak 2.000 butir pil ekstasi itu diamankan dari seorang kurir berinisial T (29) warga Sudimampir, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pemusnahan barang bukti ini disaksikan langsung oleh tersangka T, perwakilan Kejati Babel, perwakilan PN Muntok, Wadir Resnarkoba Polda Babel dan Kepala Bea Cukai Pangkalpinang dan lainnya.

Ribuan butir ekstasi tersebut sebelum dimusnahkan telah diuji di laboratorium dengan hasil 85 persen narkotika. Kemudian pil ekstasi itu diblender dengan dicampur air hingga hancur yang selanjutnya dibuang ke dalam septic tank.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal Primer 114 ayat 2 Undang- RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsider Pasal 112 ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun. 

Sebelumnya, BNNP Bangka Belitung menggagalkan peredaran narkotika jenis ektasi melalui jalur laut, dengan menggunakan kapal penyeberangan jenis Roro di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat.

Tersangka berinisial T yang ditangkap pada Sabtu (22/8/2020) itu diketahui bertindak sebagai kurir dalam peredaran narkotika tersebut. Ekstasi tersebut diketahui akan dikirimkan dari Bangka menuju Palembang.

"Informasinya pengiriman ekstasi dari Bangka ke Palembang, lalu BNNP, Bea Cukai, KSOP, dan TNI AL berjaga di pintu masuk pelabuhan. Beberapa saat kemudian tersangka ini dibawa ke pos TNI AL lalu kami geledah," kata Suparwoto.

Saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 2.000 butir ekstasi berupa 1.500  pil, sedangkan 500 sisanya sudah dalam keadaan hancur atau bubuk. Barang bukti itu sebanyak 12 bungkus ekstasi warna merah muda, tiga bungkus tablet ekstasi warna kuning, lima bungkus pecahan tablet. (ws)