Internasional

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Salju Turun di Arab Saudi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemandangan tak biasa tersaji di Provinsi Tabuk, Arab Saudi akhir pekan lalu. Sebabnya karena wilayah pegunungan di perbatasan Yordania itu diselimuti oleh salju.

Padahal, Arab Saudi termasuk negara Timur Tengah yang identik dengan suhu panas khas gurun pasir. Bukan hal yang aneh, jika cuaca di sana bisa mencapai 50 derajat Celcius.

Hampir mustahil membayangkan salju tiba-tiba turun di negara monarki tersebut. Namun, itulah yang terjadi Tabuk. Peristiwa langka ini bahkan sudah terjadi untuk kedua kalinya di sana. Pada April 2019 lalu, salju yang turun di wilayah Tabuk juga menjadi magnet bagi warga di Arab Saudi yang ingin menyaksikan fenomena alam yang tak biasa itu.

Hujan salju di Arab Saudi, secara ilmiah, mungkin saja dapat terjadi. Meski Kepala Pusat Metereologi Publik BMKG, Fachri Rajab, sebut fenomena tersebut memang jarang terjadi.

Fachri pun menjelaskan soal kemungkinan penyebab turunnya salju di Tabuk yang bukan terjadi untuk pertama kalinya tersebut.

“Salah satu fenomena yang mungkin menjadi penyebabnya adalah dorongan massa udara dingin dari daerah utara, yakni Eropa yang masuk sampai ke Timur Tengah,” paparnya.

Ada tiga gunung di Tabuk yang dihujani salju, yakni Jabal al-Lawz, Jabal al-Thahir, dan Jabal Alkan. Dengan kata lain, tak semua kawasan di Tabuk tertutupi oleh salju.

“Kalau di wilayah pegunungan memang suhu rata-ratanya lebih rendah dibanding di dataran rendah, sehingga es atau salju lebih mudah terbentuk,” jelas Fachri.

Meski terbilang sebagai fenomena alam yang langka, Fachri tak ingin buru-buru menyimpulkan hujan salju di Tabuk dipicu oleh perubahan iklim. Sebab, untuk mengaitkan fenomena ini dengan perubahan iklim, dibutuhkan kajian secara lebih mendalam.

Sementara itu, Fachri juga tak menyebut peristiwa hujan salju di Arab Saudi sebagai fenomena alam yang patut diwaspadai karena bisa menimbulkan ancaman bagi penduduk sekitar.

“Kalau berbahaya atau tidak relatif, ya. Misalnya, bisa jadi membahayakan untuk pengendara, kalau jalan tertutup salju, jadi (membuat) jalanannya licin,” tegasnya.

Fenomena salju di Saudi ini juga ramai dibagikan di media sosial, terutama lewat Twitter. Pada Jumat (10/1) pagi, orang beramai-ramai mem-posting keindahan badai salju yang menghantam wilayah tersebut.

Dari posting-an itu, masyarakat seolah ingin membuktikan bahwa Arab Saudi tidak hanya dikenal karena udara panas dan gurunnya yang luas, tetapi kejutan seperti turunnya salju bisa saja datang saat musim dingin tiba seperti saat ini.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close