BMKG Ingatkan Warga Pesisir Surabaya Waspadai Banjir Rob

BMKG Ingatkan Warga Pesisir Surabaya Waspadai Banjir Rob

SURABAYA, SENAYANPOST.com - Kekhawatiran warga pesisir Surabaya terhadap bencana banjir rob yang bakal datang lagi masih menghantui. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya,  mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai banjir rob di wilayah pesisir Kota Surabaya, hingga tiga hari ke depan, sejak rilis BMKG dikeluarkan pada 12 November lalu.

Kepala BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak Taufiq Hermawan mengatakan, peningkatan kecepatan angin di pesisir timur Surabaya memicu terjadinya peningkatan tinggi gelombang dalam skala lokal (mencapai 1 meter).

Kondisi itu juga bertepatan dengan pasang air laut maksimum, sehingga menyebabkan banjir rob di pesisir timur Surabaya lebih tinggi.

Dikatakan, fenomena itu terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara wilayah utara dan selatan Katulistiwa yang cukup signifikan. Kemudian membuat kondisi medan angin secara regional menunjukkan pola fetch, yaitu angin dengan arah konstan dalam area luas yang cukup panjang.

“Sehingga potensi peningkatan kecepatan angin semakin tinggi,” ujarnya, Sabtu (14/11/2020).

Berdasarkan data medan angin jam 12 UTC tanggal 11 November 2020, kata Taufiq, perbedaan tekanan mencapai 12 mb, di mana nilai tekanan di wilayah selatan mencapai 1020 hPa, sedangkan di sebelah barat Sumatera hanya 1006 hPa. Hal ini menyebabkan peningkatan kecepatan hembusan fetch, terutama yang masuk celah Selat Madura.

“Diprakirakan kondisi ini akan berlangsung hingga 3 hari ke depan,” katanya.

Ditambahkan, kondisi pasang air laut maksimum menunjukkan peningkatan menuju pasang maksimum harian setinggi 80-110 cm dari MSL (Mean Sea Level) pada pukul 20.00-21.00 WIB. Ketinggian pasang maksimum harian diprediksi akan mengalami peningkatan lebih tinggi mencapai 130 cm dari MSL pada tanggal 15-17 November 2020.

“Untuk kecepatan anginnya sekarang sudah mulai menurun. Kami prediksikan sudah tidak terjadi seperti kemarin. Namun pasang air lautnya di wilayah Surabaya timur yang terdampak kemarin itu yang perlu diwaspadai sampai tanggal 18 November mendatang,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat terutama para nelayan untuk sementara tidak melaut terlebih dulu, selama keadaan belum kondusif.

“Masyarakat di wilayah pesisir Surabaya kami iimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dampak gelombang tinggi dan angin kencang serta terus memperhatikan informasi terkini dari BMKG Tanjung Perak melalui media informasi kami,” tambahnya. (Jo)