Internasional

Bioskop di Arab Sesuaikan Jadwal Film dengan Waktu Salat

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Bioskop pertama di Arab Saudi sudah mulai memutar sejumlah film. Pihak bioskop mengatakan akan menyesuaikan jadwal tayang film dengan waktu salat dan momentum Ramadan.

Hal itu diungkapkan presiden National Association of Theater Owner John Fithian. Fithian menjawab pertanyaan mengenai kondisi bioskop Arab Saudi yang saat ini baru diisi oleh jaringan bioskop asal Amerika Serikat, AMC Theater.

Fithian mengatakan saat ini belum diputuskan mengenai kepastian keberadaan ruang salat atau musala di setiap bioskop, namun kemungkinan itu amat besar.

Sejauh ini, hanya sejumlah lokasi AMC yang memiliki fasilitas untuk ibadah umat Muslim itu.

“Kami telah menawarkan jadwal tayang untuk [menyesuaikan] waktu salat dan untuk keperluan saat Ramadan nanti,” kata Fithian.

Arab Saudi meresmikan bioskop pertama di negeri itu dengan menayangkan film Black Panther pada Rabu (18/4/2018) malam waktu setempat.

Sebelumnya Arab Saudi telah mencabut pelarangan beroperasinya bioskop di negara tersebut pada tahun lalu.

Pelarangan bioskop di Arab Saudi bermula pada dekade 1980-an. Kala itu, kelompok agama garis keras menyebut bahwa bioskop sebagai media vulgar dan berdosa.

Sedangkan gerakan aktifnya kembali bioskop di era modern dimunculkan oleh Pangeran Mohammed bin Salman. Ia menilai kebijakan ini dapat menyeimbangkan ekonomi Arab Saudi di tengah tren penurunan harga minyak.

Namun tantangan membuka bioskop bukan hanya soal penyesuaian konten dan waktu, namun hingga terkait dengan pemisahan berdasarkan gender untuk mengikuti syariat Islam yang berlaku di negara tersebut.

“Ada banyak pilihan solusi yang telah tersedia,” kata Fithian menjawab terkait pembatasan berdasarkan gender di bioskop di Arab Saudi.

Menurut Fithian, sejumlah pilihan penyesuaian telah disiapkan, mulai dari pemisahan penonton berdasarkan gender, pengaturan waktu tayang, hingga pengaturan tempat dan elevasi kursi.

“Kami baru saja mendiskusikan bagaimana menghormati budaya [setempat] sembari menjual tiket kami,” kata Fithian.

CEO AMC Adam Aron mengatakan rencana sebelumnya untuk pemutaran film di Arab Saudi adalah tidak jauh berbeda dibanding bioskop pada umumnya.

Namun kemudian rencana itu berubah, terbagi menjadi ‘bujang’ atau khusus pria lajang dan ‘keluarga’. Untuk teater ‘keluarga’, wanita baru diperbolehkan menonton bila didampingi oleh suami atau keluarga atau pun saudara kandung.

“Pada akhirnya, kami baru membuka penayangan untuk keluarga,” kata Aron.

“Ini akan berganti dan berganti lagi seperti ketika negara tersebut mengizinkan [bioskop],” kata Aron. “Bila saya dapat membuat sebuah perkiraan: mereka akan mengintegrasikan bioskop. Itu ekspektasi kami saat ini. Namun itu mungkin akan butuh waktu,” lanjutnya, dikutip dari Hollywood Reporter. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close