Bikin Konten Obat Corona, Dokter Minta Anji Diseret ke Jalur Hukum

Bikin Konten Obat Corona, Dokter Minta Anji Diseret ke Jalur Hukum

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Konten Anji yang terlibat obrolan dengan Hadi Pranoto yang disebut sebagai pakar mikrobiologi mengundang kemarahan dokter Indonesia.

Hal ini lantaran pada perbincangan tersebut, Anji mengungkapkan bahwa Hadi Pranoto telah menemukan obat COVID-19 dan sudah menyembuhkan ribuan nyawa.

Dokter-dokter spesialis seperti Pandu Riono, Jaka Pradipta, Aris Ramdhani, dan Ferdiriza Hamzah pun angkat bicara karena merasa gusar dengan konten Anji tersebut.

Aris Ramdhani selaku dokter spesialis bedah umum menyatakan konten Anji dengan menghadirkan narasumber yang tak jelas latar belakangnya itu sangat memalukan.

Aris bahkan mengunggah ulang perkataan Anji pada 2015 di Twittter berbunyi “Kalau yang lebih sering diperbincangkan adalah hal-hal bodoh berbau sensasi, jangan salahkan kalau generasi ke depan malas berprestasi.”

Aris mengunggah tangkapan layar video Anji di YouTube berjudul Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!! dengan menyertakan kalimat sindiran.

“Dan Anda sendiri yg membuat sensasi nan bodoh,” tegas Aris Ramdhani.

“Kali ini apa yg Anji lakukan sudah keterlaluan dan membahayakan orang banyak. Mengajukan isu bahwa obat COVID sudah ada tanpa mengikuti prosedur uji klinis atau apapun. Terutama untuk golongan masyarakat yg cenderung “percaya” begitu saja dengan influencer. Demi konten,” lanjutnya lagi di Twitter.

Pernyataan lebih tajam diungkapkan Ferdiriza Hamzah, yang merupakan dokter mata. Pria yang juga merangkap sebagai penulis novel ini meminta Ikatan Dokter Indonesia menyeret Anji dan Hadi Pranoto ke polisi.

“Seret ke jalur hukum,” tulisnya di Twitter dengan menyertakan alamat berita yang memberitakan kegusaran IDI dengan perilaku Anji tersebut.

Setelah ditelusuri lebih jauh, pria bernama Hadi Pranoto itu ternyata tak memiliki jejak akademis sama sekali. Latar belakangan pendidikannya tak ditemukan padahal orang yang ada di konten Anji itu mengaku sudah 20 tahun meneliti obat COVID-19.