Ekonomi

BI Tidak Perlu Terburu-buru Naikkan Suku Bunga Acuan

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Prof Edy Suandi Hamid, berharap Bank Indonesia tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.

Menurut dia, untuk menaikkan suku bunga acuan haruslah didahului dengan kalkulasi yang detail. tanpa disertai kalkulasi yang tepat dan mendetail kenaikan suku bunga BI justru bisa kontraproduktif dan bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi secara drastis.

“Harus dikalkulasi betul secara teliti jangan sampai kenaikan suku bunga itu justru menjadi kontraproduktif untuk perekonomian nasional,” kata Edy di Yogyakarta, Sabtu (23/6/2018).

Menurut dia, rencana Bank Indonesia (BI) untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sudah tepat. Hal itu untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional merespons kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The FED) yang telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 2 persen dari sebelumnya 1,75 persen.

“Kalau kita tidak ikut menaikkan (suku bunga) bisa terjadi capital out flow atau aliran modal ke luar sehingga investasi kita menurun dan pertumbuhan ekonomi kita juga melambat, katanya.

Namun demikian, Edy mengatakan pola kenaikan suku bunga di Indonesia tidak perlu sama atau linier dengan pola kenaikan suku bunga yang dilakukan The FED.

Ia mengingatkan, saat ini posisi suku bunga Indonesia sudah tinggi. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close