BI: Penjualan Ritel RI di April Terendah Sejak 2008

BI: Penjualan Ritel RI di April Terendah Sejak 2008

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Penurunan pada penjualan ritel Indonesia terus terjadi sebagai imbas penutupan mal dan pusat perbelanjaan selama masa PSBB. Pada April, bahkan penurunannya jauh lebih dalam ketimbang bulan sebelumnya.

Mengutip keterangan tertulis Bank Indonesia (BI), Selasa (16/6/2020), Indeks Penjualan Riil (IPR) pada April 2020 ambles -16,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY.  Jauh lebih dalam ketimbang kontraksi pada Maret 2020 yang sebesar -4,5% YoY dan menjadi yang terendah sejak Desember 2008.

“Penurunan tersebut bersumber dari kontraksi penjualan pada seluruh kelompok komoditas yang dipantau. Penurunan penjualan terdalam dialami oleh subkelompok Sandang serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi,” sebut keterangan BI.

Pada Mei, penjualan ritel diperkirakan anjlok lebih dalam yaitu -22,9% YoY. Ini disebabkan kontraksi pada seluruh kelompok komoditas yang disurvei. Kontraksi terdalam pada subkelompok Sandang sebesar -77,8% YoY, lebih dalam dari kontraksi sebesar -70,9% YoY pada April 2020.

Sementara dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Juli 2020) diprakirakan sedikit meningkat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang (Juli 2020) sebesar 162,6, lebih tinggi dibandingkan dengan 160,7 pada Juni 2020, seiring dengan prakiraan permintaan yang meningkat pada perayaan Idul Adha.

Sedangkan tekanan harga 6 bulan mendatang (Oktober 2020) diprakirakan menurun dengan IEH sebesar 146,4. Lebih rendah dibandingkan dengan 153,0 pada September 2020.