Ekonomi

BI Minta Waspadai Tekanan Inflasi di Lampung

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung meminta untuk perlu mewaspadai meningkatnya risiko tekanan inflasi, terutama bersumber dari gejolak harga bahan makanan pada 2020.

“Pada Januari dan keseluruhan tahun 2020 perlu mewaspadai meningkatnya risiko tekanan inflasi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, di Bandarlampung, Selasa (7/1/2020).

Ia mengatakan, kendati tingkat inflasi Provinsi Lampung tahun 2019 telah tercapai sesuai kisaran sasaran inflasi, yakni 3,5 plus minus 1 persen, ke depan harus diwaspadai untuk antisipasi tekanan inflasi.

Meningkatnya risiko tekanan inflasi itu, kata dia, antara lain dari faktor cuaca, pasokan hortikultura serta peningkatan harga tahunan yang lebih tinggi untuk barang-barang konsumsi dan jasa.

Kemudian, kenaikan tarif angkutan penyeberangan Merak-Bakauheni, peningkatan tarif tol di Jawa dan telah diberlakukannya tarif tol Lampung (ruas Terbanggi-Kayuagung), berisiko meningkatkan biaya distribusi.

Selain itu, tekanan biaya produksi terjadi sejalan dengan kebijakan peningkatan UMP Lampung 2020 sebesar 8,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya serta peningkatan iuran BPJS per 1 Januari 2020.

Menurutnya, dalam rangka mengantisipasi risiko tekanan inflasi ke depan, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi tetap stabil dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. (WS)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close