Nasional

Besok, Warga Terpapar Radioaktif Jalani Pemeriksaan Kesehatan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Abdul Qohhar, mengungkapkan, warga Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, akan menjalani pemeriksaan kesehatan menindaklanjuti paparan radiasi zat radioaktif Caesium-137 di atas batas normal di area tanah kosong yang berada di Blok J perumahan tersebut.

Pemeriksaan itu dilakukan, lanjutnya, untuk guna mengetahui perihal kontaminasi radioaktif yang masuk ke dalam tubuh.

“Untuk itu rencananya besok yang sudah disampaikan oleh pimpinan juga, dari warga ini akan di-sampling untuk melakukan tes yang namanya WBC, di Whole Body Counting untuk melihat apakah ada kontaminan radioaktif yang masuk ke tubuh,” kata Abdul Qohhar di Serpong, Minggu (16/2/2020).

Qohhar mengaku belum mengetahui secara jelas teknis pemeriksaan yang bakal dilakukan. Ia hanya berujar pemeriksaan itu akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

“Kita melakukan sampling dulu, itu dilakukan teman-teman di Batan nanti. Kalau misalkan itu juga masuk ke tubuh, kita juga harus melihat, kita tidak bisa langsung memukul rata ini pasti akan ada efek. Kita harus melihat berapa sih nilai yang ada di dalam tubuh,” kata dia.

Sementara itu Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengaku belum dilibatkan mengenai pemeriksaan kesehatan warga Perumahan Batan Indah. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan kasus tersebut sejauh ini memang tengah ditangani oleh Bapeten dan Batan.

“Belum ada permintaan soal itu. Mungkin nanti jika dilibatkan dari Dinas Kesehatan, ya,” ucap Benyamin usai meninjau lokasi paparan radioaktif, Minggu sore.

Secara paralel, Bapeten juga melakukan investigasi menindaklanjuti temuan paparan radiasi zat radioaktif di atas batas normal di sebuah area tanah kosong yang berada di Blok J Perumahan Batan Indah. Investigasi dilakukan guna mengetahui asal muasal Caesium-137 yang ditemukan di lokasi tersebut.

Investigasi ini akan melibatkan sejumlah pihak berkepentingan seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) dan Polri.

Qohhar menuturkan langkah awal investigasi adalah mengumpulkan data perizinan pengguna zat radioaktif dari seluruh Indonesia.

“Dimulai misalnya dengan mengumpulkan data perizinan dulu. Jadi, kita ingin tahu pengguna Caesium-137 di seluruh Indonesia itu berapa banyak dan siapa saja,” kata Qohhar. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close