Metropolitan

Besok, Ganjil-Genap Berlaku di Jakarta, Ini Aturannya

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya mulai Senin (3/8) besok kembali memberlakukan sistem ganjil-genap kendaraan bermotor di DKI Jakarta.

Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu selama tiga hari sebelum penindakan sanski. Tilang akan diberlakukan kepada pelanggar ganjil genap mulai Kamis (6/8/2020).

“Selama tiga hari kami akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu, artinya Senin, Selasa, Rabu, kami belum akan melakukan penindakan dengan tilang, baik secara manual maupun secara ETLE,” kata Sambodo, Minggu (2/8/2020).

“Tetapi di hari Kamisnya, berbarengan dengan selesainya operasi patuh tanggal 5 (Agustus). Kamis tanggal 6 Agustus baru kami akan melaksanakan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan,” lanjutnya.

Metode ganjil genap merujuk dari angka belakang pelat nomor polisi pada kendaraan. Tanggal ganjil berlaku untuk mobil yang memiliki nomor pelat ganjil, dan sebaliknya.

Apa yang Diatur Dalam Aturan Ganjil Genap?

1. Jam

Pemberlakuan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor tidak dilakukan setiap hari selama 24 jam, melainkan hanya pada pagi dan sore hari saja.

Pada pagi hari, ganjil-genap berlaku sejak pukul 06.00 WIB dan berakhir pada pukul 10.00 WIB. Sementara pada sore hari belaku pada pukul 16.00-21.00 WIB.

Kebijakan tersebut akan berlaku hari Senin-Jumat, dan tidak berlaku pada hari libur, Sabtu-Minggu. Adapun sanksi yang diberikan jika melanggar, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) adalah denda maksimal sebesar Rp 500.000.

2. Jenis Kendaraan yang Bebas Aturan Ganjil-Genap

Terdapat beberapa jenis kendaraan yang bebas atau kebal dengan aturan ganjil-genap, sesuai dengan yang telah ditentukan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 51 Tahun 2020, seperti:

a. Kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas
b. Kendaraan ambulans
c. Pemadam kebakaran
d. Angkutan umum (pelat kuning)
e. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik
f. Sepeda motor
g. Kendaraan angkutan barang-barang khsusus bahan bakar minyak dan bahan bakar gas
h. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI, yakni : 1). Presiden atau wakil presiden2). Ketua MPR atau DPR atau DPD 3). Ketua MA, MK, KY, BPK
i. Kendaraan berpelat dinas, TNI dan Polri
j. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
k. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas
l. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas polri. Contohnya, kendaraan pengangkut uang (Bank Indonesia, antar bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dari Polri.

3. Ruas jalan Ganjil genap akan diberlakukan di 25 ruas jalan di DKI Jakarta, yaitu

1. Jalan Medan Merdeka Barat
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Jenderal Sudirman
4. Jalan Jenderal S Parman, mulai simpang Jalan Tomang Raya sampai Jalan Gatot Subroto
5. Jalan Gatot Subroto
6. Jalan MT Haryono
7. Jalan HR Rasuna Said
8. Jalan DI Panjaitan
9. Jalan Jenderal Ahmad Yani, mulai simpang Jalan Bekasi Timur Raya sampai dengan simpang Jalan Perintis Kemerdekaan
10. Jalan Pintu Besar Selatan
11. Jalan Gajah Mada
12. Jalan Hayam Wuruk
13. Jalan Majapahit
14. Jalan Sisingamangaraja
15. Jalan Panglima Polim
16. Jalan Fatmawati, mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang
17. Jalan Suryopranoto
18. Jalan Balikpapan
19. Jalan Kyai Caringin
20. Jalan Tomang Raya
21. Jalan Pramuka
22. Jalan Salemba Raya sisi barat dan Jalan Salemba Raya sisi timur, mulai simpang Jalan Paseban Raya sampai dengan simpang Jalan Diponegoro
23. Jalan Kramat Raya
24. Jalan Stasiun Senen
25. Jalan Gunung Sahari. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close