Berwirausaha (Ternyata) Tidak Harus Banyak Modal

13:18
323
Prof. Andrew Zacharakis (Foto: www.wobi.com)

JAKARTA (SenayanPost.Com) – Pakar Kewirausahaan asal Amerika Serikat, Andrew Zacharakis, mengatakan untuk memulai usaha pada awalnya tidak harus mempunyai banyak modal.

“Yang paling utama dalam membangun suatu usaha adalah membangun konsumen atau pelanggan, setelah itu mengembangkan produk. Baru kemudian, diperlukan modal untuk mengembangkan bisnis,” ujar Zacharakis di Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Guru Besar Kewirausahaan dari Babson College AS itu menyebutkan, sebanyak 500 perusahaan yang berkembang pesat di negara Paman Sam memulai usaha hanya dari 20.000 dolar AS atau senilai Rp 23 Juta.

“Modal baru diperlukan ketika bisnis sudah berjalan, pada tahap ini investor baru mau menginvestasikan uang mereka. Investor enggan menanamkan modal mereka ketika baru sekedar ide,” jelas dia.

Disinggung apakah pemerintah AS juga turut membantu para pengusaha muda, Zacharakis menjelaskan bantuan memang ada, tapi sebagian besar para pengusaha muda memilih memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti meminjam modal awal kepada keluarga, teman, dan sebagainya.

“Setiap orang memiliki sumber daya, mulai dari sumber daya keuangan, keahlian ataupun relasi. Untuk memulai wirausaha maka yang diperlukan hanya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada,” cetus dia.

Zacharakis datang ke Indonesia dalam rangka memberikan pelatihan Metode Pengajaran Kewirausahaan yang Efektif kepada sejumlah dosen Podomoro University Jakarta.

“Kami memiliki pengalaman berbasis praktik, yang sudah diterapkan, dan sudah terbukti,. Yang terpenting adalah bagaimana praktik baik tersebut menciptakan nilai,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor Podomoro University, Cosmas Batubara, mengatakan pihaknya menaruh perhatian pada pendidikan kewirausahaan.

“Jadi kami mengundang para dosen kewirausahaan terbaik di Amerika Serikat untuk alih pengetahuan mereka ke dosen-dosen yang ada di tanah air,” kata mantan Menteri Pemuda di era Orde Baru ini.

Menurut Cosmas, pengajaran kewirausahaan tidak hanya bisa dilakukan dengan teori saja, tetapi juga harus dipraktikkan.

Untuk itu, universitas yang baik seharusnya memiliki laboratorium untuk berwirausaha. Dari situ, mahasiswa kemudian menentukan rencana bisnisnya ke depan.

“Rencana bisnis tersebut dianalisa dan bisa ditawarkan ke pihak luar untuk mewujudkan bisnis itu.” (ANT)

Comments

comments