Nasional

Bersamaan Pertemuan Trump-Kim, ICAN Luncurkan Peta Jalan Denuklirisasi Semenanjung Korea

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Bersamaan dengan pertemuan yang sangat bersejarah antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan penguasa Korea Utama Kim Jong Un di Singapura, ICAN (The International Campaign to Ambolish Nuclear Weapons) – pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2017 – meluncurkan Peta Jalan Denuklirisasi Semenanjung Korea.

Skenario denuklirisasi ini, kata salah satu aktivis ICAN di Universitas Gadjah Mada, Muhadi Sugiono, Selasa (12/6/2018) di Yogyakarta,  perlu dimulai dengan pengakuan bahwa penggunaan senjata nuklir akan memakan korban jiwa dalam jumlah masif dan penderitaan bagi kemanusiaan.

“Para ahli sepakat bahwa di kawasan Semenanjung Korea kurang lebih terdapat 30 hulu ledak nuklir yang siap diluncurkan,” ujarnya.

Jika perang nuklir terjadi, lanjutnya, bencana kemanusiaan dan lingkungan tidak hanya akan terjadi di wilayah Korea Selatan dan Korea Utara saja, melainkan juga seluruh wilayah Asia Timur. Demi menghindari hal tersebut, jelasnya, semua pihak perlu secara tegas menolak senjata nuklir dengan menyepakati Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons – TPNW).

Ia mengemukakan, Peta Jalan Denuklirisasi Semenanjung Korea memuat sejumlah langkah denuklirisasi, yaitu mengakui bahwa senjata nuklir sangat berbahaya bagi kemanusiaan, menolak senjata nuklir dengan menandatangani TPNW, memusnahkan senjata yang masih ada dengan cara yang terverifikasi dan dalam tenggat waktu yang jelas, meratifikasi Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Nuklir (Comprehensive Test Ban Treaty – CTBT), dan menyatukan komunitas internasional di bawah Traktat Nonproliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty – NPT).

“TPNW adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkan denuklirisasi secara permanen di Korea,” ungkap Beatrice Fihn, Direktur Eksekutif ICAN. “Belum banyak diskusi mengenai bentuk perjanjian ke depan. Melalui skenario ini, kami berusaha menjawab pertanyaan krusial: bagaimana denuklirisasi di Korea Utara dan Korea Selatan bisa dilakukan secara terverifikasi, permanen, dan berkelanjutan.

TPNW merupakan titik sentral upaya denuklirisasi dalam skenario ini. Apabila Korut bergabung ke dalam traktat tersebut, Korut wajib menghentikan upaya pengembangan dan pembuatan senjata nuklir. Korut juga wajib menghentikan program senjata nuklir serta menjalankan kembali perjanjiannya dengan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency – IAEA). Di saat yang sama, Korut perlu diajak untuk mengimplementasikan Protokol Tambahan dengan IAEA.

ICAN juga meminta Amerika Serikat dan seluruh negara meratifikasi TPNW guna bergabung dengan 122 negara yang sudah mengadopsi traktat tersebut. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close