Berharta Rp 412 T, Wanita Ini Paling Tajir di Australia

Berharta Rp 412 T, Wanita Ini Paling Tajir di Australia
Gina Rinehart (Photo via Hancock Prospecting)

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Gina Rinehart menjadi orang terkaya di Australia. Tokoh pertambangan itu telah melipatgandakan kekayaannya menjadi US$ 29 miliar (Rp412 triliun).

Melansir CNBC Indonesia, wanita kelahiran 9 Februari 1954 ini menduduki puncak daftar tinjauan keuangan Australia untuk orang kaya di 2020. Ia adalah Ketua Hancock Prospecting, perusahaan eksplorasi dan ekstraksi mineral yang didirikan oleh ayahnya Lang Hancock pada tahun 1950-an.

Melansir News.com.au, kekayaannya melonjak 109% dalam basis tahunan (yoy), didukung oleh permintaan bijih besi yang kuat dari China. Sekitar 12 bulan yang lalu, hartanya hanya US$ 13,8 miliar

Sebagai putri dari konglomerat, Gina sejak kecil menjalani kehidupan yang mewah. Meski begitu, Gina tidak manja dan fokus dalam mengembangkan bisnis yang dibangun
oleh ayahnya.

Selama bertahun-tahun, Gina memperluas kepentingan bisnisnya yang tidak lagi terbatas pada bisnis pertambangan. Dia mengakuisisi 10% saham di Ten Network Holdings pada 2010 dan kemudian membeli saham besar di Fairfax Media.

Sementara itu di belakang Gina, orang terkaya kedua di Australia untuk tahun 2020 adalah Andrew 'Twiggy' Forrest, dengan kekayaan bersih pribadi sebesar US$ 23 miliar. 

Mantan CEO Fortescue Metals baru-baru ini membeli R.M. Williams dan melihat kekayaannya tumbuh sebanyak $ 500 juta hanya dalam satu minggu.

Ketua eksekutif Visy Industries, Anthony Pratt, dan keluarganya, berada di urutan ketiga dengan kekayaan bersih gabungan US$ 19,75 miliar. Taipan properti Hui Wing Mau berada dibelakangnya dengan kekayaan lebih dari US$ 18 miliar.

Kemudian pengusaha termuda di bidang teknologi Mike Cannon-Brookes berada di posisi kelima dengan kekayaan bersih pribadi hampir US$ 17 miliar. Saat ini Australia telah memiliki 104 miliuner, termasuk tujuh orang dengan kekayaan melebihi US$ 10 miliar.

Sementara itu, 200 orang terkaya Australia meningkatkan kekayaan kolektif mereka sebesar 24% pada tahun 2020 menjadi US$ 424 miliar, terlepas dari pandemi tahun ini yang menghancurkan perekonomian.

"Ini adalah salah satu tahun paling bergejolak yang pernah dialami tim Daftar Terkaya," kata co-editor AFR Rich List Julie-anne Sprague.

"Pada awal pandemi, banyak kekayaan negara terkaya runtuh, tetapi mereka telah terbukti menjadi pembangun bisnis yang luar biasa."

"Mereka telah mengambil keuntungan dari pergeseran permintaan dalam perekonomian, mendorong kekayaan secara keseluruhan ke posisi tertinggi baru," pungkasnya.