Features

Berbeda dengan Kebanyakan, Jemaah Aboge Salat Id Sabtu

PROBOLINGGO, SENAYANPOST.com – Warga Dusun Wuluhan Desa Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melaksanakan salat Idul Fitri pada hari Sabtu (16/6/2018), berbeda dengan umat Islam nusantara yang salat pada Jumat (15/6/2018).

Mereka berpedoman pada kalender Islam yang diatur dalam kitab mujarobah. Mereka menyebut diri sebagai jemaah amaah Islam Alif Rabo Wage atau Aboge. Istilah aboge sendiri diambil dari dua suku kata, yakni a dan bo ge. Kata a artinya alif atau tahun pertama dalam islam dan bo ge adalah rabo wage.

Penghitungan hari raya Idulfitri aliran aboge ini, disesuaikan dengan tahun baru islam.

Untuk tahun ini perhitungan 1 syawal, Idulfitri dalam hitungan wal ji ro, bulan syawal, hari siji atau satu, pasaran loro atau dua.

Sementara itu, ada 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, atau sekitar 1500 jiwa yang tergabung jemaah aboge.

Acara baru berakhir dengan makan nasi tumpeng bersama di dalam musala.

Menurut Buddin, salah satu jemaah aboge setempat, meski berbeda perhitungan, tapi antara jemaah aboge maupun lainnya selalu hidup rukun dan berdampingan.

Sementara tu, menurut Kyai Buri Bariyah, tokoh jemaah aboge, mengatakan, berdasar perhitungan kitab mujarobah, puasa untuk jemaah aboge selalu genap 30 hari.

“Aboge sendiri bukanlah aliran islam, hanya perhitungan saja yang berbeda,” ujarnya

Perhitungan aboge, akan tetap mempunyai selisih satu sampai dua hari, dengan salat Idulfitri yang ditetapkan pemerintah. Usai salat, warga langsung bersalam-salaman antar tetangga dan sanak saudara. 

KOMENTAR
Tags
Show More
Close