Otomotif

Berapa Biaya Bikin Diler Mobil di Kota Kecil?

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gaikindo menargetkan angka 1 juta penjualan mobil baru tentunya membuat bisnis dari showroom atau diler cukup menggiurkan. Namun untuk membuka diler mobil baru bisa dikatakan perlu dana yang tidak sedikit, pun demikian berurusan dengan Agen Pemegang Merek.

Salah satu pabrikan yang tengah agresif membangun layanan purnajual adalah Mitshubishi. Pihaknya menargetkan dapat memiliki 153 diler berdiri di Indonesia berdasarkan hitungan tahun fiskal.

Nah kira-kira butuh dana investasi berapa besar untuk membangun satu diler?

Head of 3S Network Development PT MMKSI Setia Haryadi mengatakan biaya investasi diler di kota besar dan kecil berbeda jumlahnya.

“Rencana kami untuk kota kecil ukuran diler tidak perlu sebesar di kota-kota besar, tetap 3S tapi ukuran lebih kecil. Investasinya kami buat hanya Rp 10 miliar sudah jadi semua, beda dengan di kota besar yang berkisar Rp 60-80 miliar,” kata Setia saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Ia menjelaskan perbedaan tersebut juga dikarenakan harga tanah dan pangsa pasar yang terlihat yang berpengaruh pada kebutuhan servis kendaraan.

“Diler yang harga Rp 10 miliar, bentuknya sama seperti diler kami pada umumnya. Ada resize, karena di kota kecil tanah masih murah, jadi kami nggak perlu pakai dua lantai,” kata Setia.

“Populasi unit yang beroperasi di kota tersebut masih kecil, sehingga stall kami nggak perlu banyak-banyak. Terus ruang tunggu tidak perlu terpisah atau dibedakan dengan showroom, jadikan satu saja, otomatis dengan kondisi seperti itu kami hanya butuh ruang sekitar 1.500 meter saja,” sambungnya.

Ia melanjutkan regulasi tiap daerah yang berkaitan dengan pengelolaan tanah antara kota kecil dan besar berbeda.

“Di Jakarta sendiri kalau bangun dealer di atas tanah 1.000 meter, hanya boleh dibangun 300 meter, sisanya ruang terbuka hijau, karena memang daerah resapan air,” sambungnya.

Terakhir ia menyampaikan Mitsubishi sendiri tidak ada syarat khusus bagi yang berminat menjadi mitra diler mereknya. Namun tetap melihat track record dari sisi kerja sama yang pernah dilakukan.

“Syarat khusus nggak ada, cuma pilih pemain itu nggak gampang, apalagi pemain baru. Karena kalau pemain baru itu kami belum tau loyalitasnya dan historinya,” tambah Setia. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close