Nasional

Berantas Narkoba, Wapres Ingatkan Perlunya Kerja Sama Internasional

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemberantasan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Indonesia harus melibatkan berbagai pihak, termasuk kerja sama internasional karena narkoba termasuk kejahatan lintas batas negara.

“Narkotika merupakan kejahatan lintas batas negara dan kejahatan luar biasa,” kata Wapres Ma’ruf Amin, saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Karena itu, lanjut Wapres, penanganannya harus melibatkan semua unsur masyarakat. Kerja sama internasional sangat diperlukan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.

Salah satu upaya untuk memutus rantai peredaran narkoba di Indonesia itu dapat dilakukan dengan menekan pasarnya secara konsisten, yakni mengurangi angka penawaran dan permintaan terhadap narkoba.

“Salah satu sebab terjadinya peredaran narkoba oleh karena masih tingginya supply dan demand. Upaya preventif melalui strategi demand reduction dan upaya penegakan hukum sebagai strategi supply reduction harus terus dilakukan secara konsisten,” jelasnya.

Mengutip data milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Wapres mengatakan sebanyak 275 juta penduduk dunia, atau setara dengan 5,6 persen dari total populasi dunia berusia 15-64 tahun, pernah mengonsumsi narkoba.

Di Indonesia, kata Ma’ruf, angka penyalahgunaan narkoba sendiri mengalami kenaikan di tahun 2019 yang mencapai 3,6 juta orang, dari data tahun 2017 sebesar 3,37 juta orang.

“Data BNN (Badan Narkotika Nasional) menyebutkan angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia tahun 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 juta. Sedangkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di tahun 2018 mencapai angka 2,29 juta,” kata Wapres. (Jo)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close