Features

Berada di Zona Rawan Gempa, Kerentanan Candi Borobudur Diteliti

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Reymon Agra Medika (Geofisika 2014), Zukhruf Delva Jannet (Geofisika 2014), dan Yosua Alfontius (Geofisika 2015) melaksanakan penelitian kerentanan gempa pada bangunan Candi Borobudur.

Ketua Tim, Reymon Agra Media, Senin (25/6/2018) di Yogyakarta mengatakan, penelitian ini merupakan salah satu upaya pelestarian Candi Borobudur yang merupakan situs warisan dunia. Menurutnya candi Borobudur terletak pada zona rawan gempa tektonik yang diakibatkan oleh subduksi lempeng Samudera Indo-Australia terhadap lempeng Benua Eurasia yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa.

Menurut dia, terbentuknya struktur geologi yang berada di sekitar Candi Borobudur, seperti Sesar Progo yang merupakan sesar aktif dapat memberikan dampak buruk terhadap bangunan candi apabila terjadi pergeseran yang menimbulkan gempa bumi.

Candi Borobudur tercatat telah beberapa kali mendapat dampak buruk dari gempa bumi yaitu berupa guncangan yang mengakibatkan runtuhnya beberapa bagian candi.

Hasil penelitian itu, jelas Reymon, dapat mengetahui nilai kerentanan gempa pada setiap lantai bangunan candi dengan menggunakan metode Mikroseismik. Metode ini mengukur getaran alami yang ada pada setiap lantai bangunan candi dengan alat seismometer.

“Data getaran dari metode ini kemudian dilakukan pengolahan untuk mendapatkan nilai amplifikasi dan frekuensi natural yang kemudian digunakan untuk analisis kerentanan gempa pada bangunan candi”, jelas Reymon.

Penelitian ini yang didanai oleh  Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-PE) ini menurutnya diharapkan dalam waktu dekat dihasilkan gambaran mengenai nilai kerentanan gempa pada masing-masing sisi bangunan candi.

“Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk tindak lanjut ke depan guna melakukan penguatan bangunan candi dengan analisis konstruksi bangunan candi,” katanya.

Namun demikian, hasil penelitian itu kini masih terus dalam proses pengolahan data. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close