Konsultasi Hukum

Bentuk Pidana di Indonesia

Pertanyaan

Seseorang terkena masalah pidana bahkan sudah ditahan oleh penyidik, penuntut umum dan oleh hakim pengadilan selama dalam proses pengadilan. Pada proses di tingkat Pengadilan Negeri dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana bahkan  dalam proses banding putusan tersebut dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi. Namun dalam putusan kasasi seseorang (terdakwa) mendapat putusan Mahkamah Agung dengan amar melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum (onslag van recht vervolging);

Pertanyaan : Mengapa bisa terjadi lahir putusan melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dan ada berapa jenis-jenis putusan dalam proses pengadilan di Indonesia ?

Hendri Bandarlampung.

Jawaban :

Dalam menjawab pertanyaan ini, kami mengutip dari perkara yang sedang hangat di media permasalahan hampir sama yakni perkara Direktur Utama Pertamina Karen Galaila Agustiawan dimana  dalam proses di pengadilan negeri dinyatakan terbukti melanggar Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dengan pidana 8 tahun  tetapi di tingkat kasasi dibebaskan oleh Mahkamah Agung dengan putusannya melepaskan eks Direktur Utama Pertamina  dari segala tuntutan hukum.

Bahwa proses di tingkat pertama Karen Galaila Agustiawan dinilai terbukti menyetujui PI tanpa adanya due diligence, tanpa adanya analisis risiko yang ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA)  perbuatannya memperkaya Roc Oil Company Ltd Australia dan telah merugikan negara Rp 568 miliar.Namun dalam pertimbangan Mahkamah Agung menekankan pada sudut pandang keperdataan karena apa yang di lakukan  merupakan business judgment rule sehingga tindakan yang dilakukan tidak termasuk perbuatan tindak pidana.

Walaupun tuntutan dalam surat dakwaan jaksa telah terbukti secara sah dan menyakinkan menurut hukum akan tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana karena perbuatannya bukan merupakan tindak pidana sehingga putusan terhadap perkara tersebut adalah putusan onslag van recht vervolging (lepas dari segala tuntutan hukum)

Bentuk-bentuk putusan pengadilan yang biasa ditemui dalam praktek dibagi dalam 3 bentuk putusan yaitu ;

  1. Putusan bebas(vrijspraak); Pengadilan berpendapat hasil pemeriksaan disidang, dakwaan dari jaksa penuntut umum tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagai perbuatan tindak pidana,pasal 191 ayat 1 KUHAP.
  2. Putusan lepas dari segala tuntutan hukum (onslag van recht vervolging); perbuatan terdakwa terbukti, namun dinilai bukan merupakan tindak pidana, sehingga hakim melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum,pasal 191 ayat 2 KUHAP.
  3. Putusan pemidanaan (veroordeling); Hakim berpendapat dakwaan Jaksa Penuntut Umum telah terbukti berdasarkan 2 (dua) alat bukti yang sah serta keyakinan hakim melakukan tindak pidana, maka terdakwa harus dijatuhi hukuman pemidanaan, pasal 193 (1) KUHP).

Demikian jawaban ini semoga bermanfaat, terimakasih

Adi Suparman

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close