Internasional

Bentrok Gaza: 52 Orang Palestina Tewas dan 2.400 Terluka

GAZA CITY, SENAYANPOST.com – Bentrok antara warga Palestina dan tentara Israel kembali pecah di Jalur Gaza, Senin (14/5). Dilaporkan, setidaknya 52 warga Palestina tewas dan 2.400 lebih cedera dalam bentrokan tersebut.

Kekerasan itu terjadi bersamaan dengan pembukaan secara resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem, Senin (14/05), yang memicu kemarahan rakyat Palestina.

Peresmian kedutaan besar memicu kemarahan warga Palestina karena dilihat sebagai dukungan Amerika Serikat terhadap penguasaan Israel atas seluruh kota Yerusalem, yang bagian timurnya diklaim Palestina sebagai teritorinya dan rencananya akan menjadi ibu kota negara Palestina di masa depan.

Diwartakan kantor berita AFP, di antara korban tewas, terdapat remaja 14 tahun. Jumlah korban tewas menjadikan bentrokan Senin menjadi yang paling mematikan sejak 2014.

Warga Palestina melempar batu dan perangkat pembakar sedang militer Israel mengerahkan penembak jitu, sementara asap hitam tampak membumbung tinggi dari ban-ban yang dibakar.

Kementerian Kesehatan -yang dijalankan oleh kelompok Hamas yang menguasai Gaza- mengatakan anak-anak termasuk dalam korban jiwa yang jatuh.

Aksi unjuk rasa yang dipimpin Hamas ini sudah berlangsung selama enam pekan yang disebut sebagai ‘Pawai Besar untuk Pulang’.

Israel mengatakan protes tersebut ditujukan untuk menerobos perbatasan dan menyerang komunitas Israel yang berada di sekitarnya.

Militer Israel mengatakan 40.000 warga Palestina ikut serta dalam ‘kerusuhan dengan aksi kekerasan’ di 13 lokasi di sepanjang pagar perbatasan di Jalur Gaza.

Mereka menyebutkan tentara menewaskan tiga orang yang berupaya untuk menanam bom di dekat pagar keamanan di Rafah. Pesawat tempur dan tank juga menyasar posisi-posisi milik Hamas di sebelah utara Jalur Gaza.

Pecah juga bentrokan kekerasan antara polisi Israel dan para pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera Palestina di luar kedutaan besar AS yang baru di Yerusalem dan beberapa pengunjuk rasa ditahan.

“Hamas melakukan operasi teror dengan melakukan penyamaran di kerumunan orang-orang yang terlibat unjuk rasa,” ujar militer Israel.

Israel berkata, mereka melakukan aksi tegas dengan menembak mati tiga orang Palestina yang berencana untuk menanam bom. Tuduhan militer Israel itu dibantah oleh Otoritas Palestina (PA).

“Israel justru yang melakukan pembantaian mengerikan,” kecamnya.

Salah satu demonstran, Bilal Fasayfes, ikut berdemonstrasi dengan membawa istri dan dua anaknya. Mereka berunjuk rasa di Khan Younes. Pria 31 tahun itu berujar, dia tidak peduli jika setengah dari rakyat Palestina harus tewas.

“Yang penting setengahnya bisa hidup dengan harga diri,” ucapnya.

Bentrokan ini terjadi beberapa jam sebelum bersiap Amerika Serikat ( AS) meresmikan kedutaan besar mereka di Yerusalem. Muataz al-Najjar, salah satu demonstran, berharap bisa mengatasi pagar pembatas, dan merangsek masuk ke wilayah Israel.

“Kami bakal kembali (ke Yerusalem), dan kami berharap pemindahan kedubes dari Tel Aviv bisa dibatalkan,” kata remaja 18 tahun tersebut.

Pernyataan yang sama juga disuarakan Umm Saab Habib. Dia bermaksud menyampaikan kepada Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan pemindahan kedubes ke Yerusalem.

Selepas pemindahan kedubes di Yerusalem, sehari berselang (15/5/2018), Middle East Eye melaporkan Palestina bakal memperingati Nakba, atau Bencana. Lebih dari 750.000 orang Palestina diusir keluar dari rumah mereka saat deklarasi berdirinya Negara Israel pada 1948. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close