Kesehatan

Belasan Siswa SD Diduga Keracunan Minuman Ringan, Sekolah Lapor BBPOM

LAMPUNG, SENAYANPOST.com – Setelah minum minuman ringan yang dijual di sekitar sekolah, belasan pelajar SD Negeri 1 Olok Gading, Teluk Betung Barat, Bandarlampung, Provinsi Lampung, diduga mengalami keracunan, dan pihak sekolah sudah melaporkan hal ini ke Dinkes dan BBPOM Bandarlampung.

Dari hasil uji laboratorium Diskes Bandarlampung dinyatakan bahwa minuman ringan yang beredar di sekolah dasar di Bandar Lampung itu memang mengandung racun.

“Berdasarkan hasil pengecekan laboratorium kesehatan, kandungan minuman tersebut terbukti dan positif mengandung racun,” ujar Kabid P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinkes Bandarlampung, Budi Ardiyanto, di Bandarlampung, Rabu (11/9/2019).

Menurutnya, jika normalnya 0,05 mg, tapi setelah diperiksa sampai 0,1 hingga 0,2 mg. Artinya itu mengandung racun di dalam minuman tersebut. “Kita juga sudah berkordinasi dengan BBPOM Bandarlampung untuk bersama-sama pastikan kandungan di dalam minuman tersebut,” katanya.

Sementara, Wakil Kepala SDN 1 Olok Gading, Rinawati, mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar seminggu yang lalu, tepatnya 31 Agustus lalu, ada belasan siswanya yang diduga mengalami keracunan.

“Waktu itu, saya mau mengajar anak-anak sekitar pukul 07.30 WIB tapi sebelum memulai pelajaran kami wajib berdoa dulu,” kata Wali Kelas III A ini, Rabu (11/9/2019).

Saat berdoa tersebut dirinya melihat ada siswanya dalam kelas III A yang terlihat lemas dan selalu menunduk di atas meja. Setelah ditanya rupanya para siswa yang lemas hingga muntah ini pasca meminum minuman tersebut.

Selain itu juga kepala belasan siswa mengaku pusing, badan tidak enak, perut panas dan seperti mabuk laut. Begitu juga dengan siswa kelas IV, V dan V, jika ditotalkan ada sekitar 13 orang yang diduga mengalami keracunan.

Kemudian, ia langsung melaporkan peristiwa dugaan keracunan minuman ini ke BBPOM Bandarlampung dan juga Puskesmas Bakung. Hingga akhirnya petugas dari Puskesmas Bakung datang untuk menangani para siswa tersebut. (WS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close