Gaya HidupTravel

Belajar dari Tragedi Turis Rusia Tewas Diserang Buaya Raja Ampat

Raja Ampat – Peristiwa turis Rusia yang tewas diserang buaya air asin di Raja Ampat jadi pembicaraan traveler. Dari situ, ada satu pelajaran penting yang harus kita ingat.Turis Rusia bernama Sergey Lykhvar, tewas diserang buaya air asin di Pulau Manyaifun, Raja Ampat pada 29 Maret 2016. Jasadnya ditemukan selang 4 hari setelah dia dilaporkan hilang. Terakhir kali, Sergey diketahui pergi snorkeling sendiri di pulau kecil yang berada di sebelah barat Pulau Waigeo (pulau terbesar di Raja Ampat).
Menurut Kapolres Raja Ampat AKBP Erfie Mahit sebenarnya Sergey sudah dilarang snorkeling di Pulau Manyaifun apalagi tanpa didampingi guide. Tapi, pria 37 tahun itu tetap nekat dan akhirnya harus kehilangan nyawa.
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo angkat suara mengenai peristiwa tersebut. Peristiwa ini sebenarnya bisa dihindari, dan kini harus menjadi pembelajaran bagi travele yang mau berwisata ke Raja Ampat.
“Begini, terdapat 60 operator wisata di Raja Ampat dan semuanya punya aturan. Aturan boleh melakukan ini, melakukan itu, jangan melakukan ini, jangan melakukan itu. Semua peraturannya jelas, tapi turisnya juga harus sadar dan mentaati. Dua-duanya harus saling melengkapi,” papar Yusdi saat berbincang dengan detikTravel, Senin (4/4/2016).

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo
Berbagai aturan tersebut akan turis dapatkan di penginapan atau melalui operator wisata saat sedang pelesiran. Tak sampai di situ, guide atau pemandu lokal turut mendampingi selama perjalanan dan bertugas untuk menjamin keamanan.
“Semua homestay, operator wisata, dan desa-desa di Raja Ampat punya guide lokal. Mereka guide lokal, mereka pasti lebih tahu medan dan kondisi lingkungan. Ada mereka pasti aman!” tegas Yusdi.
Pertauran dan guide lokal, dua hal itulah yang ditekankan Yusdi. Dua hal yang seharusnya dipahami oleh setiap traveler yang mau melancong ke Raja Ampat. Dua hal tersebut pun, bakal membuat perjalanan menjadi lebih aman tanpa mengurangi kenyamanan.
“Peristiwa kemarin itu, adalah personal error. Sudah ada aturan dilarang snorkeling, apalagi sendiri, tapi dia tetap melakukannya dan paket tur dia sendiri sudah habis. Soal bahaya, di mana-mana ada bahaya apalagi ini alam liar, Raja Ampat,” tutur Yusdi.
Oleh sebab itu, aturan dan pemandu lokal yang sudah ada, sekali lagi, akan membuat perjalanan para turis di Raja Ampat menjadi aman. Dinas Pariwisata yang mengeluarkan aturan, kemudian guide lokal yang mengingatkan kepada turis. Termasuk, potensi-potensi keberadaan hewan liar yang dianggap berbahaya dan dihindari.
“Tolong jangan berbuat seenaknya di Raja Ampat. Patuhi aturan dan dengarkan guide lokal di sini. Kita tidak mau ada kejadian seperti ini lagi,” pungkas Yusdi.
(aff/aff)
Sumber : Detik.com
KOMENTAR
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close