Metropolitan

Bekasi Terapkan Jam Malam, yang Melanggar Dikarantina ke Rumah Singgah

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pemerintah Kota Bekasi hingga saat ini belum mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Menteri Kesehatan Terawan.

Menurut Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, pihaknya belum berencana mengajukan PSBB karena ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan.

Meski begitu, pemerintah Kota Bekasi telah menerapkan jam malam untuk membatasi aktivitas warga hingga pukul 21.00 WIB.

“Belum (PSBB) dan perlu tahapan,” kata Rahmat dilansir kumparan, Selasa (7/4).

Aturan pemberlakuan jam malam ini berdasarkan surat edaran Wali Kota Bekasi nomor: 488/2390/Setda.HUM yang ditandatangani pada 1 April 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran infeksi COVID-19 di lingkungan sekitar masyarakat Kota Bekasi.

Dalam surat edaran itu masyarakat diminta tetap berada di rumah selama 14 hari dan tidak bepergian ke luar kota atau bahkan ke luar negeri untuk mencegah kemungkinan penularan atau penyebaran COVID-19.

“Maka bagi remaja maupun dewasa yang masih didapati berkumpul di luar rumah tanpa ada urusan yang mendesak pada siang dan malam hari, maka akan diamankan (dikarantin) di rumah singgah oleh pihak berwajib yang berlokasi dekat dengan TPU Pedurenan. Untuk anak-anak sekolah SD, SMP, SMA, jika didapati masih berkumpul di luar rumah, maka akan diamankan dan langsung dibawa pulang ke rumah,” tulis aturan itu.

Aturan itu juga menyebut, jika warga ada keperluan mendesak untuk keluar rumah, maka dianjurkan mengikuti protokol kewaspadaan diri saat keluar rumah dengan memakai masker dan membawa hand sanitizer.

“Berkenaan dengan hal nomor 2 (dua), agar seluruh masyarakat Kota Bekasi membatasi aktivitas atau kegiatan di luar rumah hanya sampai pukul 21.00 WIB,” tulis Pemkot Bekasi dalam pernyataan tertulis.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close