Begini Perjalanan Panjang Karier Musik Isyana Sarasvati

Begini Perjalanan Panjang Karier Musik Isyana Sarasvati

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Perjalanan panjang karier bermusik penyanyi Isyana Sarasvati diceritakan dalam sebuah video di Mako Talk, kanal YouTube suaminya, Rayhan Maditra.

Isyana menuturkan awal mula dia mencintai musik hingga menggantungkan hidupnya kepada musik, terkhusus musik klasik. Kompas.com merangkumnya sebagai berikut: 

1. Kenal musik sejak usia 7 tahun Isyana mengatakan, kecintaannya dengan musik sudah dimulai sejak dirinya berusia 7 tahun.

"Perjalanan musik aku itu sebenarnya bermula dari usia sangat dini, dari umur 7 tahun itu udah benar-benar ikut kursus musik yang serius ya," kata Isyana seperti dikutip Kompas.com, Selasa (8/9/2020).

Selain itu, sang ibu yang memang juga bergelut di bidang musik memasukkan Isyana ke sekolah musik ketika mereka tinggal di Belgia.

"Kadang orang bilang wah ini turunan dari ibunya nih bakat musiknya karena bisa main musik juga, itu benar enggak sih? tanya Isyana.

Menurut Rayhan, hal itu memungkinkan tetapi juga karena ada faktor Isyana terpapar musik sejak kecil.

2. Memilih musik klasik Isyana menegaskan bahwa pada akhirnya ia memilih musik klasik atas kehendaknya sendiri.

"Tapi pada akhirnya setelah aku udah beranjak ke remaja, aku sudah bisa mengenal genre musik tetap aku pada akhirnya jiwanya ke musik klasik," ucap pelantun tembang "Tetap dalam Jiwa" itu. 

"Pada saat itu ya, jadi udah bukan paksaan ibu bapak lagi, tapi aku merasa musik klasik itu memberikan energi yang lain gitu, terhadap jiwa aku," tambahnya.

3. Sulit berkomunikasi sejak kecil Isyana Sarasvati mengungkap dia mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang lain saat masih kecil.

"Pas aku masih kecil kan aku punya sedikit problem dalam kecerdasan sosial. Aku susah buat bicara sama orang," kata Isyana.

"Dan itu juga salah satu faktor besarnya karena pas kecil langsung pindah ke Eropa terus kemudian aku sempat enggak bisa ngomong hampir setahun setahun," sambungnya.

Isyana kecil saat itu mengalami kesulitan beradaptasi dengan perbedaan bahasa yang dia hadapi. Situasi itu kemudian membentuk karakter Isyana menjadi sosok yang tertutup dan tidak terbiasa berkomunikasi dengan orang lain.

4. Musik bantu Isyana berkomunikasi

Oleh sebab itu, Isyana menjadikan musik sebagai media dalam mengungkapkan perasaannya.

"Aku merasa sebagai seseorang yang secara verbal cukup lemah hanya musik yang bisa menjadi media terbaik untuk aku menyalurkan apa yang aku rasakan," kata Isyana.

"Iya, karena musik tuh dari aku kecil selalu saat aku marah, saat aku senang, saat aku sedih aku selalu lari ke musik," sambungnya.

Setelah dewasa, Isyana menyadari musik memiliki pera yang sangat besar dalam kehidupannya.

"Akhirnya aku engeh oh musik adalah hidup aku dan aku enggak bisa hidup tanpa musik, karena aku enggak bisa terlalu terbuka secara verbal kepada orang lain," ucapnya.

Isyana mengakui dia tergolong pemalu dan cenderung takut atau tidak percaya diri ketika berbicara, kecuali melalui musik. Hal itu pun terjadi hingga saat ini, Isyana telah menjadi salah satu penyanyi wanita terkenal di negeri ini. (WS)